BENGKULU, Berita Merdeka Online – Informasi mengenai dugaan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Bengkulu masih menjadi perhatian publik. Hingga Sabtu (25/7/2026) pagi, belum terdapat keterangan resmi dari KPK yang mengonfirmasi adanya kegiatan penindakan maupun menjelaskan perkara yang tengah ditangani.
Di tengah belum adanya penjelasan resmi tersebut, beredar informasi mengenai sejumlah nama yang disebut-sebut berkaitan dengan dugaan kegiatan penindakan KPK di Bengkulu. Informasi yang beredar menyebut inisial No, yang diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Mu yang disebut sebagai kontraktor, De yang disebut sebagai anggota DPRD Kota Bengkulu, serta Sa yang juga disebut berprofesi sebagai kontraktor.
Namun, informasi mengenai dugaan keterkaitan keempat nama tersebut belum dapat dipastikan. Sumber yang diperoleh media ini bahkan membantah dugaan keterlibatan dua nama, yakni No dan De.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari KPK yang membenarkan maupun membantah informasi mengenai nama-nama tersebut. Status hukum serta posisi masing-masing pihak dalam perkara yang disebut-sebut tengah berkembang juga belum diumumkan oleh lembaga antirasuah tersebut.

Di sisi lain, tim penyidik KPK diketahui melakukan penggeledahan di sebuah rumah yang berada di Jalan Barito, Kelurahan Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.
Rumah tersebut diketahui merupakan kediaman Noprisman, Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggeledahan berlangsung selama kurang lebih tujuh jam, dimulai pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB hingga Sabtu dini hari sekitar pukul 03.48 WIB.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah penyidik terlihat meninggalkan tempat tersebut dengan membawa sedikitnya enam koper yang kemudian dimasukkan ke dalam tiga kendaraan.
Kendati demikian, belum diketahui secara pasti isi koper tersebut maupun barang-barang yang dibawa dari lokasi penggeledahan. KPK juga belum memberikan penjelasan mengenai hubungan barang yang diamankan dengan perkara yang sedang ditangani.
Sebelumnya, kabar mengenai dugaan OTT KPK di Bengkulu telah dikonfirmasi kepada Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Saat dimintai keterangan mengenai informasi tersebut, Budi menyatakan pihaknya belum memperoleh informasi terkait dugaan OTT sebagaimana kabar yang beredar.
“Sampai dengan saat ini tidak ada informasi tersebut,” ujar Budi.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika informasi mengenai dugaan OTT KPK di Bengkulu mulai beredar di tengah masyarakat.
Dengan belum adanya keterangan resmi dari KPK, informasi mengenai dugaan OTT maupun nama-nama yang beredar masih belum dapat dipastikan kebenarannya. Redaksi tidak menyimpulkan adanya keterlibatan pihak tertentu sebelum terdapat informasi resmi dan proses hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pemberitaan ini juga tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Setiap pihak yang disebut dalam informasi yang beredar memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan memperoleh pemberitaan yang berimbang.
Redaksi akan terus memantau perkembangan informasi dan melakukan pembaruan apabila KPK maupun pihak-pihak terkait telah memberikan keterangan resmi mengenai dugaan penindakan dan penggeledahan yang berlangsung di Kota Bengkulu.***
(Redaksi)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan