SEMARANG, Berita Merdeka Online – Dunia peronlinenan di Jawa Tengah sedang tidak baik baik saja, baik roda dua (ojol) maupun roda 4 (taxol). Banyak driver yang tumbang dan mengeluh karena tarif yang sangat menyengsarakan para driver.

Saat ini banyak driver yang unitnya ditarik oleh leasing karena sudah tidak mampu membayar angsuran. Termasuk bayar pajak tahunan.

“Bagaimana mau bayar pajak tahunan, bayar angsuran bulanan saja kami tidak mampu. Kami lebih mementingkan perut keluarga,” ujar Nur Eko, salah satu driver online di kota semarang.

Inilah yang menjadi gejolak para driver online, sehingga para driver di Jawa Tengah membentuk ALIANSI DRIVER ONLINE untuk menyuarakan dan memperjuangkan nasib para driver online.

Perwakilan driver sudah melakukan audensi dengan Dishub Jawa Tengah dan ditemui oleh Kadishub jateng Henggar Budi Anggoro serta mengajukan audensi ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo waktu itu.

Tapi beliaunya tidak pernah mau menemui para perwakilan dari driver online sampai purna tugas, justru wakil gubernur Taj Yasin yang selalu menemui para driver.

Tapi beliau tidak bisa memutuskan dan mengambil keputusan. Akhirnya pada tanggal 15 november 2023 Pj Gubernur Komjen Pol (purnawirawan) Drs Nana Sudjana menandatangani SK Gubernur tentang kenaikan tarif online.

Setelah penandatanganan SK Gubernur pun para aplikator masih belum juga menjalankan SK tersebut.

Sehingga dalam tempo seminggu, Aliansi Driver Jateng melakukan 2 gelombang aksi demo jateng goyang 1 dan jateng goyang 2 di pemprov jateng pada tanggal 7 maret 2024 untuk menuntut kenaikan tarif dan minta para aplikator untuk menaati dan menjalankan SK gubernur tentang kenaikan tarif online.

Buntut dari demo tersebut sempat terjadi penyegelan kantor grab dan maxim yang ada di kota semarang.

Didik Agus Riyanto Sekjend Buser Indonesia, salah satu driver online yang tergabung di Aliansi Driver online dan juga aktivis di kota semarang mengungkapkan akan terus memperjuangkan nasib para driver online yang ada di Jawa Tengah.

“Kami akan terus berjuang untuk memperjuangkan nasib para driver online yang ada di jawa tengah ini sampai sk gubernur dijalankan oleh para aplikator dan tuntutan kami dipenuhi,” ujar Didik pada Rabu 30 Oktober 2024 di sela sela acara yang dibuka Pj Gubernur Jateng di salah satu hotel di semarang.

Para driver sempat menyampaikan permasalahan  yang terjadi di jawa tengah, driver driver di kabupaten jawa tengah yang sedang bergejolak dan terkait sk gubernur yang belum ada tindak lanjutnya serta tidak ada ketegasan dari dishub provinsi jawa tengah dalam menangani para aplikator nakal ini.

“Nanti akan saya panggil pihak yang ada hubungan dengan masalah ini. Tolong sampaikan ke teman teman driver. Akan saya tindak lanjuti,” ujar Nana Sudjana sebelum meninggalkan lokasi acara. (dik)