Merangin, Berita Merdeka Online — Puluhan emak-emak di RT 23 Dusun Tanjung Emas, Desa Tambang Emas, Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi, turun ke jalan untuk menimbun lubang di ruas jalan utama desa pada Selasa (2/12/2025). Aksi spontan ini dilakukan karena kerusakan jalan yang sudah berlangsung puluhan tahun tak kunjung mendapat perhatian pemerintah.
Jalan utama yang menghubungkan Desa Tambang Emas di Kecamatan Pamenang Selatan dengan Desa Rasau di Kecamatan Renah Pamenang itu telah lama menjadi keluhan warga. Kondisi jalan semakin memburuk, dengan lubang menganga hampir di seluruh badan jalan. Padahal, ruas tersebut merupakan akses vital untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik antar kecamatan.
Mirisnya, menurut warga, jalan tersebut tidak pernah tersentuh perbaikan signifikan meski sudah bertahun-tahun diajukan dalam musyawarah desa maupun kecamatan.
Tanpa komando dan tanpa menunggu kebijakan pemerintah, puluhan ibu-ibu langsung berkumpul membawa peralatan seadanya seperti cangkul, angkong, karung, dan ember. Mereka kemudian mengangkat material pasir dan menimbunnya ke lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan.

Malikhatun, istri Ketua RT 23 yang menjadi penggerak aksi ini, mengungkapkan bahwa warga terpaksa turun tangan karena kerusakan jalan sudah terlalu parah.
“Jalan ini akses utama penghubung antar kecamatan. Lubangnya sudah merata dan tidak bisa lagi dipilih untuk melintas. Kebetulan ada sedikit pasir, jadi kami bersama ibu-ibu lainnya turun untuk menimbun lubang-lubang ini dengan peralatan seadanya,” ujar Malikhatun.
Aksi gotong-royong tersebut bukan hanya bentuk kepedulian warga, tetapi juga sinyal kuat akan harapan masyarakat Desa Tambang Emas agar Pemerintah Kabupaten Merangin segera turun tangan.
Malikhatun menegaskan bahwa penimbunan yang dilakukan emak-emak itu hanya bersifat sementara dan tidak dapat menggantikan perbaikan permanen.
“Kami berharap pemerintah peduli. Puluhan tahun desa kami tidak tersentuh pembangunan, terutama akses jalan. Yang kami timbun ini hanya sebagian kecil. Masih kiloan meter jalan kami yang rusak,” tegasnya.
Tokoh Perempuan: ‘Ibu Kota Kecamatan, Masa Jalannya BeginI?’
Tokoh ibu-ibu Desa Tambang Emas, Hj. Sulasmi, juga ikut dalam aksi tersebut. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam melihat kondisi desa yang berstatus ibu kota kecamatan, tetapi memiliki jalan yang justru hancur parah.
“Masa iya, desa kita ini ibu kota kecamatan, tapi dari ujung ke ujung jalan hancur semua. Sudah puluhan tahun tidak ada perhatian. Kami berharap tahun depan ada pembangunan masuk ke desa kami,” ungkap Hj. Sulasmi.
Aksi spontan puluhan emak-emak di Merangin ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap fasilitas umum yang menjadi kebutuhan bersama. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata agar akses utama antar kecamatan kembali layak dilintasi dan aman bagi warga.
Penulis: Moh Basorri




Tinggalkan Balasan