BOGOR, BERITAMERDEKAONLINE.COM – Rahmat Agil alias Alung (20 tahun) ditangkap polisi lantaran membunuh pacarnya, Fitria Wulandari (21). Pembunuhan itu terjadi di Kota Bogor pada Sabtu malam (2/12/2023). Alung merupakan warga Ledengsari, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Sehari-hari, Alung menjadi tukang parkir di Hotel Braja Mustika Bogor.

Kini Alung ditahan sebagai tersangka pelanggar Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 ayat 3. Berdasarkan pasal-pasal itu, Alung terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Alung mendekam di rutan Polresta Bogor Kota. Pada Sabtu siang, Alung bilang ke Iwan Irawan, ayah Fitria, bahwa Fitria ada di Cilebut.

“Dia ngomong ke saya, ‘Yah si Wulan (Fitria) ada di Cilebut’,” kata Iwan, saat diwawancarai di rumahnya, Minggu malam (3/12/2023).

“Saya belum nyangka kalau itu akal-akalannya si Alung.”

Pada Sabtu malam, Alung bilang ke Iwan bahwa Fitria jatuh dari motor, wajahnya sobek, dan ada di dalam sebuah ruko. Iwan pun ke ruko tersebut dan langsung terkejut.

“Mukanya sudah mulai membusuk, baunya, astagfirullahaladzim. Sudah hancur mukanya, membiru, pas saya pegang sudah dingin,” kata Iwan.

Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila mengatakan Alung ditangkap tak jauh dari ruko. Saat diperiksa polisi, jawaban Alung berbelit-belit.

“Berbelit-belit dan berbohong dalam memberikan keterangan pada awalnya,” ujar Rizka.

“Motifnya, terjadi cekcok antara keduanya karena pelaku tidak terima diputus oleh korban,” kata Rizka.

BACA JUGA : Seorang Janda Anak Satu Dibunuh Di Medan, Ditemukan Tanpa Busana – Berita Merdeka Online

Alung Pernah Dipenjara

Rahmat Agil alias Alung pembunuh pacarnya, Fitria Wulandari. Foto: Dok. Istimewa
Rahmat Agil alias Alung pembunuh pacarnya, Fitria Wulandari. Foto: Dok. Istimewa
Alung ternyata baru keluar dari penjara atas kasus penganiayaan. Waktu itu ia memukuli pria yang ia curigai dekat dengan Fitria. “Waktu dia (Alung) di penjara, saya sama anak saya (Fitria) tengok dia sampai 6 kali, bawa nasi, rokok, keperluan dia. Saya merangkul dia seperti keluarga sendiri,” ujar Iwan Irawan, ayah Fitria, saat ditemui di rumahnya, Minggu (3/12).

Mulut Fitria Dibekap, Hidung Digigit, Pipi Luka

Fitria Wulandari, gadis Bogor yang dibunuh pacarnya. Foto: Dok. Istimewa dan kumparan
Fitria Wulandari, gadis Bogor yang dibunuh pacarnya. Foto: Dok. Istimewa dan kumparan
Fitria Wulandari ditemukan dalam kondisi membiru, tubuh penuh luka, termasuk luka di pipi. “Dari hasil autopsi terungkap mulut anak saya disekap, hidung digigit, jadi ini pembunuhan berencana,” kata Iwan Irawan, ayah Fitria, saat diwawancarai di rumahnya, Minggu malam (3/12). “Setelah dibunuh, anak saya disimpan di ruko kosong,” kata Iwan.

Detik-Detik Pembunuhan 

Wanita asal Bogor, Fitria Wulandari alias Wulan (21), ditemukan tewas di ruko di Kota Bogor. Pelaku pembunuhan sudah ditangkap, yakni Rahmat Agil Alias Alung (20), yang tak lain adalah pacar korban sendiri. Ayah Fitria, bernama Iwan Irawan (43), mengungkapkan awal mula dia menemukan putrinya dalam kondisi tewas di dalam ruko. Fitria ditemukan dalam ruko pada Sabtu (2/12/2023) malam.

Iwan tak menyangka Fitria tewas mengenaskan di dalam ruko. Padahal, siang harinya, Iwan sempat berada di sekitar ruko untuk membantu Alung menjaga parkiran salah satu restoran karena ramai pengunjung. Alung sehari-hari bekerja sebagai penjaga parkiran di kawasan ruko dan pertokoan Jl dr Semeru Kota Bogor. Di tempat itu, Alung juga dipercaya memegang kunci salah satu ruko yang masih kosong.

“Jadi saya ditelepon sama Alung Hari Sabtu jam 12 siang, posisinya anak saya belum ketemu. Alung kan jaga parkir di ruko-ruko yang jadi TKP anak saya itu, memang banyak ruko di situ. Dia (Alung) minta dibantuin jaga parkir karena lagi ramai,” kata Iwan ditemui di rumahnya di Pasirjaya, Kota Bogor, Senin (4/12).

BACA JUGA : Seorang Pelajar Tewas Karena Diperkosa Dan Dibunuh, Pelaku Seorang Pelajar, Sebelumnya Disuguhi Miras – Berita Merdeka Online

Saat itu, Iwan tak menaruh curiga ternyata jasad anaknya berada di dalam salah satu ruko, tempat dia membantu Alung menjaga parkir. Iwan juga tak mencurigai Alung karena sikapnya terlihat normal.

Setiba di ruko, sambil menjaga parkiran, Iwan sempat berbincang dengan Alung soal Fitria yang belum juga pulang sejak Kamis malam. Saat itu, Alung sempat menyebutkan bahwa Fitria berada di rumah kawannya di kawasan Cilebut, Bogor.”Nah pas di sana (ruko Jl Dr Semeru), si Alung ini ngasih kabar soal anak saya. Katanya anak saya ada di Cilebut, di rumah temannya. Kata saya, ya udah jemput, tapi jangan sendiri takutnya ada apa-apa,” kata Iwan.

“Saya pulang jam 20.30 WIB. Tapi pas sampe rumah disuruh balik lagi ke ruko tempat jaga parkir,” imbuhnya.

Alung Sempat Bohongi Ayah Fitria

Ketika Iwan tiba di ruko, ia kemudian bertemu dengan Alung, ayah kandung Alung, dan kakak kandung Alung di dalam pos jaga ruko. Di dalam pos, Alung kemudian bercerita bahwa Fitria berada dalam ruko kosong dengan kondisi terluka akibat melompat dari motor saat berboncengan dengannya.

“Di situ (di dalam pos jaga ruko) Alung bilang, sampai minta maaf. Tapi di situ dia bohong, dia bilang anak saya lompat dari motor,” kata Iwan.

“Saya tahu dia bohong ya sekarang, setelah tahu ternyata kan anak saya dibunuh,” imbuhnya.

Ayah Temukan Jasad Fitria

Iwan kemudian meminta Alung mengeluarkan Fitria dari dalam ruko untuk dibawa ke rumah sakit, sebab saat itu Iwan masih mengira Fitria masih hidup. Pintu ruko kemudian dibuka oleh Alung dan kakaknya.

“Di situ dia bilang korban ada di ruko. Saya bilang hayu bawa ke rumah sakit, pas ruko dibuka sama alung sama kakaknya, ruko gelap,” kata Iwan.

“Saya tanya, anak saya mana. Dia bilang anak saya ada di atas meja. Nah di dalam ruko kan gelap, saya pakai lampu HP. Ya Allah, pas saya lihat muka anak saya sudah biru, hidungnya rusak, luka, berdarah. Saya pegang tangannya dingin. Terus saya bilang ini mah anak saya sudah meninggal,” imbuhnya.

Menemukan anak perempuan satu-satunya tewas dalam ruko, Iwan lapor ke Polsek Bogor Barat. Alung yang berada di lokasi langsung diamankan polisi

“Itu baru akhirnya polisi dateng, anak saya dibawa mobil forensik,” kata Iwan.

“Pas polisi dateng pelaku masih ada di situ. Langsung diamanin di situ. Dibawa ke polsek,” imbuhnya. (INT/DTC/KUMP)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.