Padang Lawas, Berita Merdeka Online — Fenomena anak-anak berseragam badut yang berkeliaran di jalanan untuk mengemis kembali menjadi sorotan tajam Forum Komunikasi Mahasiswa Pemerhati Padang Lawas (FKMPP). Kondisi sosial yang memprihatinkan ini dinilai sudah berjalan cukup lama tanpa penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Lawas.

Ketua Umum FKMPP, Hamdi Hasibuan, menuturkan bahwa anak-anak yang berpakaian badut sambil meminta-minta di jalanan sudah marak sejak Agustus 2024 lalu dan hingga pertengahan Juli 2025, praktik ini masih terus berlanjut.

 

“Fenomena ini bukan hanya persoalan kecil, tapi sudah menjadi patologi sosial. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan merusak mental generasi muda. Jangan sampai budaya meminta-minta tumbuh subur di kalangan anak-anak kita,” tegas Hamdi saat dikonfirmasi pada Jumat (18/07/2025).

Hamdi juga menyoroti bahwa beberapa media lokal dan Presiden Mahasiswa IAI Padang Lawas pun pernah menyoroti hal serupa, namun hingga kini belum ada tindakan nyata yang diambil pemerintah daerah untuk menyelesaikannya.

“Berdasarkan hasil wawancara kami, sebagian besar anak-anak badut pengemis ini masih berstatus sebagai pelajar sekolah dasar dan menengah. Ini jelas melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang menegaskan tanggung jawab negara, pemerintah daerah, orang tua, hingga masyarakat dalam melindungi anak-anak dari eksploitasi, penelantaran, hingga diskriminasi,” jelas Hamdi.

Menurutnya, situasi ini sangat ironis mengingat pada bulan Juni lalu Bupati Padang Lawas sempat menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendata secara menyeluruh kondisi akses pendidikan di wilayahnya. Namun faktanya, anak-anak sekolah justru masih harus turun ke jalan mengemis demi membantu ekonomi keluarga atau pihak lain.

Hamdi menilai, peran pemerintah daerah seharusnya lebih proaktif melalui intervensi sosial, mulai dari pendataan, pembinaan orang tua, hingga menyediakan sarana pendidikan non-formal maupun jaminan sosial agar anak-anak tidak terpaksa bekerja di jalanan.

“Kami yakin, jika Bupati Padang Lawas benar-benar serius, masalah ini dapat diselesaikan. Ini soal masa depan generasi penerus daerah. Mohon jangan sampai anak-anak tumbuh dengan mentalitas meminta-minta,” tutur Hamdi.

FKMPP berharap Pemkab Padang Lawas dapat menggandeng berbagai pihak, termasuk lembaga perlindungan anak, sekolah, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan untuk bersama-sama mencari solusi.

Di akhir pernyataannya, Hamdi menegaskan bahwa FKMPP akan terus mengawal fenomena ini sampai tuntas. Pihaknya siap memberikan masukan hingga membuka ruang diskusi bersama pemerintah daerah untuk memastikan anak-anak di Padang Lawas tumbuh dalam lingkungan yang layak, aman, dan bebas dari praktik eksploitasi terselubung.

“Luruskan niat, teruslah bermanfaat. Semoga Bupati Padang Lawas dan jajaran punya komitmen untuk memperbaiki situasi ini agar anak-anak kembali ke sekolah dan fokus pada masa depan mereka,” tutupnya. (Bonardon)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.