Asahan, Beritamerdekaonline.com — Wahyu Fadhil Ramadhan SH Sekretaris DPP LSM Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMMAKO) Kabupaten Asahan menggelar Potang Mamogang sebuah kebiasaan Melayu menyambut Bulan Suci Ramadhan 1444 H Tahun 2023.

Diketahui, Mamogang dari asal kata “mogang” atau dalam dialek melayu lainnya “megang” ,merupakan tradisi klasik menjelang ketibaan bulan ramadhan,tepatnya pada hari akhir di bulan sya’ban. di aceh dikenal pula “meugang” yang konon sudah ditradisikan sejak era Sultan Islandar Muda. Tradisi me-megang atau mogang ini kita temukan di banyak daerah, khususnya di masyarakat melayu. Jum’at (24/03/2023).

Dijelaskan, Bahwa istilah “megang” mungkin berkonotasi memegang hewan yang hendak disembelih atau apa” yang hendak dimasak sebagai santapan bersama, walau demikian di sebagian wilayah di jawa ditemukan adat “megengan”, untuk maksud yang sama”, ucap Sekretaris DPP LSM Gemmako Kabupaten Asahan.

Lebih lanjutnya, Masyarakat Adat Melayu Bersatu (MAMB) mengadakan ” Potang Mogang Basamo” di Balai Wisata Salak Batuah, Yang Terletak Di Lingkungan I Kelurahan Binjai Serbangan, Kec. Air Joman, Kab. Asahan hari Tanggal 22 Maret 2023 dengan besantap dimulakan selepas waktu ashar dengan bersaprah atau berjambar. adapun santapannya nasi berlauk rendang dan gulai itik,anyang kepah, ayam panggang serta menu lainnya, dilengkapi dengan sambal kelapa, dan tak ketinggalan ulam raja,”, ungkapnya.

Tambahkannya, Acara mogang basamo dimaksudkan untuk memelihara tradisi lama, dimana di dalamnya termuat unsur kearifan lokal, petuah-petuah dan kandungan agama,khusunya pada anjuran bersedekah juga menyambungkan silaturahmi menjelang ramadhan.”, Cetusnya. (DODI ANTONI)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.