
PADANG PANJANG (Sumbar), Berita Merdeka Online — Bidang Humas Polda Sumatera Barat menggelar asistensi dan pelatihan pembuatan konten video, pengelolaan media sosial, serta edukasi bijak bermedia sosial bagi personel Polres Padang Panjang.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Tathya Dharaka Polres Padang Panjang, Rabu (12/8/2026), mulai pukul 09.00 WIB.
Kegiatan dipimpin Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P. dan diikuti Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K., para kabag, kasat, personel Polres Padang Panjang, serta personel polsek jajaran.
Tim Bid Humas Polda Sumbar yang hadir terdiri atas Kompol Adhi Jais, S.H., M.H., Ipda Feri Hardiansyah, S.H., Aiptu Sahman, S.H., M.I.Kom., Briptu Muhammad Azmi, Bripda Miftahurrahmah, dan Bripda Aditya Herdian.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan sambutan Kapolres Padang Panjang dan Ketua Tim Bid Humas Polda Sumbar. Setelah itu, peserta mengikuti sesi utama berupa asistensi dan pelatihan pembuatan narasi berita serta konten video untuk media sosial.
Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut dia, kemampuan personel dalam mengelola media sosial menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam menyampaikan informasi kegiatan dan pelayanan Polri kepada masyarakat.
“Media sosial saat ini menjadi salah satu sarana komunikasi yang sangat efektif. Karena itu, personel harus mampu menyajikan informasi yang benar, positif, menarik dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Wisnu.
Ia menegaskan, setiap konten yang dipublikasikan harus tetap mengedepankan etika, ketelitian, dan tanggung jawab.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, kemampuan mengelola media sosial merupakan bagian penting dalam mendukung keterbukaan informasi publik sekaligus membangun citra positif Polri di tengah masyarakat.
“Saya berharap melalui kegiatan asistensi dan pelatihan ini, seluruh personel dapat semakin terampil dalam membuat konten yang kreatif, informatif dan edukatif,” kata Susmelawati.

Menurut dia, setiap informasi yang disampaikan melalui media sosial harus dikemas dengan baik, berdasarkan fakta, serta tetap mengedepankan etika dan tanggung jawab.
Susmelawati juga menekankan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mempublikasikan kegiatan kepolisian. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi dan edukasi sekaligus sarana untuk mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
“Media sosial bukan hanya sebagai sarana untuk menyampaikan kegiatan kepolisian, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi, memberikan edukasi dan mendekatkan Polri dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh personel menggunakan media sosial secara bijak dan memastikan setiap konten yang dibuat memberikan manfaat serta dampak positif bagi masyarakat.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai pembuatan narasi berita, mulai dari menentukan angle pemberitaan, menyusun lead, mengembangkan isi berita, hingga membuat judul yang menarik dan tetap sesuai dengan kaidah jurnalistik.
Peserta kemudian mendapat pelatihan pembuatan video untuk media sosial. Materi tersebut meliputi perencanaan konsep, teknik pengambilan gambar dan video, penyusunan materi, proses editing, hingga penyajian konten agar menarik dan mudah dipahami masyarakat.
Selain itu, peserta dibekali strategi pengelolaan media sosial, termasuk penyusunan konten, pemilihan visual dan caption, penentuan waktu publikasi, serta pengelolaan interaksi dengan masyarakat.
Dalam sesi edukasi bijak bermedia sosial, personel diingatkan untuk melakukan verifikasi terhadap setiap informasi sebelum membagikannya. Personel juga diminta menghindari penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, provokasi, maupun konten yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Bidang Humas Polda Sumbar berharap kemampuan personel Polres Padang Panjang dan polsek jajaran dalam membuat serta mengelola konten media sosial semakin meningkat.
Media sosial diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana komunikasi publik, penyebaran informasi kepolisian, edukasi masyarakat, serta membangun kepercayaan dan kedekatan antara Polri dan masyarakat.
(Charles Nasution)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan