Foto: Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padang Panjang, Supriyanto.

PADANG PANJANG (Sumbar), Berita Merdeka Online — Kecepatan menyampaikan informasi bukan satu-satunya ukuran kualitas seorang wartawan. Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran kabar yang belum terverifikasi, kemampuan memeriksa fakta, menjaga independensi, dan mematuhi etika jurnalistik menjadi tantangan yang semakin penting.

Hal itu menjadi salah satu alasan tiga wartawan asal Kota Padang Panjang, Ryan, Dasriel, dan Charles Nasution, bersiap mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat 2026.

OKK PWI Sumbar 2026 dijadwalkan berlangsung di Edotel SMKN 9 Padang pada 14-15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Bagi ketiganya, OKK bukan sekadar agenda organisasi. Kegiatan itu diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, sekaligus integritas dalam menjalankan profesi jurnalistik.

Ryan mengatakan kesempatan mengikuti OKK diharapkan dapat memberikan pengalaman dan wawasan baru yang bisa diterapkan dalam menjalankan tugas jurnalistik di daerah.

“Kami akan berusaha sebaik mungkin, membawa manfaat bagi kemajuan pers di daerah ini nantinya,” ujar Ryan.

Harapan serupa disampaikan Dasriel dan Charles Nasution. Ketiganya ingin menjadikan OKK sebagai ruang belajar, bukan hanya untuk memahami organisasi PWI, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas sebagai wartawan.

Ketua PWI Padang Panjang, Supriyanto yang akrab disapa Bento, mengatakan perkembangan teknologi informasi membuat wartawan menghadapi tantangan yang berbeda. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, sementara kebenaran sebuah informasi tidak selalu bergerak dengan kecepatan yang sama.

Foto: Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padang Panjang, Supriyanto.

Karena itu, wartawan dituntut tidak terjebak pada perlombaan menjadi yang pertama. Akurasi, verifikasi, independensi, dan etika harus tetap menjadi pijakan utama.

“Wartawan dituntut mampu memilah fakta, melakukan verifikasi, menjaga independensi, serta memahami batas-batas etika jurnalistik,” ujar Bento di Padang Panjang, Senin (10/08/2026)

Menurut Bento, OKK PWI menjadi salah satu ruang untuk memperkuat pemahaman wartawan mengenai profesi sekaligus organisasi kewartawanan.

“Di situlah OKK PWI memiliki arti penting. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi wartawan untuk mengenal lebih dekat dunia kewartawanan sekaligus organisasi PWI,” katanya.

Materi OKK PWI Sumatera Barat 2026 mencakup keterampilan jurnalistik, keorganisasian, kode etik jurnalistik, dan tanggung jawab profesi.

Bagi tiga wartawan asal Padang Panjang tersebut, pembekalan itu menjadi bekal untuk menghadapi tuntutan profesi yang tidak ringan. Mereka berharap dapat membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam menghasilkan karya jurnalistik yang lebih berkualitas.

Keikutsertaan mereka juga menjadi bagian dari harapan agar pers daerah tidak sekadar hadir sebagai penyampai informasi, tetapi mampu menghadirkan berita yang terverifikasi, berimbang, independen, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Bento menilai ukuran keberhasilan seorang wartawan pada akhirnya bukan semata-mata seberapa cepat sebuah berita dipublikasikan. Yang lebih penting adalah seberapa jauh informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi publik.

“Pada akhirnya, menjadi wartawan bukan hanya tentang seberapa cepat sebuah berita ditulis, tetapi tentang seberapa besar berita itu memberi makna dan manfaat bagi orang banyak,” ujar Bento.

(Charles Nasution)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.