Beritamerdekaonline.com, Meisuji – Polres Mesuji, Polda Lampung, merayakan Hari Bhayangkara ke-78 dengan menggelar pagelaran seni Wayang Kulit bertema ‘Wahyu Senopati’. Acara berlangsung di Aula Endra Dharma Laksana, Mapolres Mesuji, pada Jumat (28/06/2024). Acara ini diadakan dengan kerja sama bersama Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Mesuji yang diketuai oleh Agus Raharja dan menampilkan Ki Dalang Waroto Manteb Sudarsono dari Sragen, Jawa Tengah.

Baca Juga: HUT Bhayangkara ke-78, Polres Mesuji Gelar Pagelaran Wayang Kulit Bersama Pepadi

Kapolres Mesuji, AKBP Ade Hermanto S.H., S.I.K., C.P.H.R., dalam sambutannya, menekankan pentingnya melestarikan budaya tradisional seperti Wayang Kulit di era modern ini. ”Wayang Kulit ini sangat penting kita lestarikan karena banyak sekali pesan moral yang terkandung didalamnya. Apalagi di era yang serba digital, anak-anak hingga remaja jangan sampai tidak mengenalnya,” ujar Kapolres.

Selain sebagai upaya pelestarian budaya, acara ini juga menjadi momen pamit bagi AKBP Ade Hermanto yang mendapatkan tugas baru di Polda Jawa Barat sebagai Wakil Direktorat Pembinaan Masyarakat (Wadirbinmas). AKBP Ade Hermanto mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Mesuji atas dukungan selama masa tugasnya. “Acara malam ini sekaligus menjadi momen pamit saya kepada seluruh lapisan masyarakat Mesuji. Terimakasih atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini.” katanya.

Baca Juga: Polres Mesuji Polda Lampung, berhasil ungkap Kasus Non TO dalam rangka Ops Antik Krakatau 2024

Kapolres Mesuji secara simbolis menyerahkan wayang kulit kepada Pepadi Mesuji dan berpesan agar mereka terus mengembangkan serta melestarikan seni tradisional tersebut. “Wayang Kulit harus tetap hidup dan berkembang. Pepadi Mesuji diharapkan bisa terus konsisten dalam melestarikan seni ini,” tambahnya.

Pengganti Kapolres Mesuji selanjutnya akan dijabat oleh AKBP Muhamad Haris, mantan Kepala Unit (Kanit) 3 Subdit III Dittipideksus Bareskrim Polri. Acara ini dihadiri oleh Plt Staf Ahli Bupati, Ketua Bawaslu, Komisioner KPU, Camat, Kepala Desa, seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres Mesuji, serta tokoh masyarakat dan agama.

Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon ‘Wahyu Senopati’ menjadi pusat perhatian malam itu. Ki Dalang Waroto Manteb Sudarsono memukau para penonton dengan kepiawaiannya dalam membawakan cerita yang sarat dengan pesan moral. Penonton, termasuk anak-anak hingga orang dewasa, tampak antusias menyaksikan setiap adegan yang dipentaskan.

Baca Juga: Polres Mesuji Polda Lampung, berhasil ungkap Kasus Non TO dalam rangka Ops Antik Krakatau 2024

Acara ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melestarikan budaya tradisional. Di era modern yang serba digital, acara semacam ini menjadi pengingat akan kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. “Dengan melestarikan Wayang Kulit, kita turut menjaga jati diri bangsa dan memastikan generasi muda mengenal dan mencintai budaya leluhur mereka,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang hadir.

Kepolisian Resort Mesuji berharap melalui acara ini, nilai-nilai moral yang terkandung dalam setiap cerita wayang dapat tersampaikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. ”Kami berharap anak anak dan remaja bisa mengambil pelajaran dari cerita cerita wayang ini dan menerapkannya dalamkehidupan seharihari.” tambah Kapolres.

Selain pagelaran Wayang Kulit, acara tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain bakti sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pemberian santunan kepada anak yatim. “Kami ingin Hari Bhayangkara ini tidak hanya dirayakan dengan suka cita, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap salah satu pejabat Polres Mesuji.

Baca Juga: “Polres Mesuji dan PEPADI Kabupaten Mesuji: Aksi Kemanusiaan di Jalan Lintas Timur”

Kerja sama dengan Pepadi Mesuji dalam menggelar acara ini diharapkan dapat berlanjut dan semakin kuat di masa mendatang. ”Kami sangat berterimakasih kepada Pepadi Mesuji atasdukungannya. Semoga kerja sama ini bisa terus terjalin dan memberikan manfaat bagi pelestarian budaya serta masyarakat Mesuji secara umum,” tutup Kapolres.

Dengan terselenggaranya acara ini, Polres Mesuji menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam melestarikan kebudayaan lokal. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang tercermin dalam acara ini diharapkan dapat terus ditingkatkan demi kemajuan Kabupaten Mesuji.

Dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, acara peringatan Hari Bhayangkara ke-78 di Mesuji menjadi bukti nyata bahwa budaya dan tradisi dapat menjadi perekat yang kuat bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan melestarikan budaya seperti Wayang Kulit, kita tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat identitas bangsa di tengah arus globalisasi. (Sumarno)