Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Letak Provinsi Bengkulu berada di posisi yang menghadap langsung ke Samudera Hindia ini memiliki potesi pengembangan sektor perikanan dan tambak.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bengkulu Karmawanto, M.Pd mengatakan berinvestasi tambak udang vaname sangat menjanjikan dan menguntungkan dengan ketersediaan lahan dan masih sangat luas.

Tambak udang.

“Potensi dan pemanfaatan tambak udang vaname ada di enam kabupaten dan satu kota di Provinsi Bengkulu seperti di Kabupaten Kaur potensi tambak 2.405 Ha, pemanfaatan 137 Ha (5,70%) dan peluangnya 2.268 Ha (94,30%), Kota Bengkulu potensi tambak 105 Ha, pemanfaatan 0 Ha, dan peluang 105 Ha (100%), Seluma, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan dan Mukomuko. Untuk saat ini masih kurang untuk pemanfaatan di dua kabupaten dan satu kota yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan, Mukomuko dan Kota Bengkulu,” ujar Kadis PMPTSP Provinsi Bengkulu, di ruangannya, Selasa (31/10/2022).

Selain itu, untuk mempelancar distribusi hasil tambak yang menggunakan jalur darat dapat melewati jalan tol Bengkulu-Sumatera Selatan sepanjang 95,8 KM dan didukung infrastruktur Pelabuhan Pulau Baai yang merupakan kawasan ekonomi khusus mampu disandari kapal sepanjang 200 meter berkapasitas 30.000 metrik ton.

“Serta sarana transportasi udara Bandara Fatmawati Soekarno yang melayani penerbangan minimal tujuh kali penerbangan setiap hari,” tambahnya.

Lanjutnya, untuk tambak udang vaname satu hektar bisa menghasilkan 40 ton persiklus dan tidak ada kendala dari segi penjualan karena udang vaname dikonsumsi masyarakat nasional.

“Peluang berinvestasi tambak udang vaname di Provinsi Bengkulu masih sangat terbuka dengan baru termanfaatkan seluas 385 Ha (3,10%) dan belum termanfaatkan seluas 8.709 Ha (95,76%) yang terbentang dari Kabupaten Kaur sampai Kabupaten Mukomuko,” sampainya.

Meningkat, Investasi di Bengkulu Aman dan Menguntungkan

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan realisasi investasi Bengkulu terus meningkat hingga Januari – September 2022/Sementer I dan Triwulan III 2022 realisasi investasi di Provinsi Bengkulu berada pada angka 6,1 triliun rupiah. Hal ini jelas meningkat sangat baik jika dibandingkan realisasi investasi Provinsi Bengkulu di Januari – Desember 2021 pada angka 5,74 triliun rupiah.

Terkait data tersebut, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memastikan geliat ekonomi Bengkulu akan terus meningkat hingga Desember 2022.

Untuk itu Gubernur Rohidin meminta Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) provinsi dan kabupaten/kota untuk terus meningkatkan sinergi dan koordinasi dalam melayani perizinan secara baik (memberikan karpet merah) kepada para investor.

“Jadi semakin naiknya realisasi investasi maka ekonomi daerah juga akan meningkat. Untuk itu, saya meminta kepada DPMPTSP provinsi dan kabupaten/kota memastikan proses perizinan dan tidak hanya cukup di tingkat provinsi, harus harmoni dengan kabupaten/kota, karena titik investasi itu berada di tingkat kabupaten/kota,” jelas Gubernur Rohidin usai hadir dan memaparkan Kebijakan Umum Pemprov Bengkulu terkait Investasi Daerah (Press Realisasi Investasi Triwulan III Tahun 2022), di ballroom salah satu hotel di kawasan Sawah Lebar, Kota Bengkulu.

Pemerintah berlomba mendatangkan investor untuk mengembangkan setiap potensi di daerah masing-masing. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membeberkan apa saja kemudahan dan keuntungan apabila investor tertarik untuk berusaha di sana.

“Kami punya kerangka besar dalam menyambut investor di Provinsi Bengkulu,” kata Rohidin Mersyah, Rabu, (31/08/2022) lalu. Pertama, dari sisi tata ruang wilayah. Rohidin menjelaskan, dia menjamin penataan ruang yang benar dan memiliki kepastian hukum bagi investor. Artinya, setiap kawasan investasi sudah sesuai dengan peruntukannya.

Kedua dari sisi perizinan. Rohidin Mersyah memastikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Provinsi Bengkulu menerapkan pendekatan digital dan perizinan online. “Jadi, ketika orang ingin berinvestasi, maka hari itu juga dan saat itu juga bisa keluar Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pengurusan izin yang lain,” kata Rohidin seraya menyampaikan kalau Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Bengkulu masuk dalam sepuluh besar pelayanan publik terbaik nasional.

Dia menegaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan potensi investasi tertata dengan benar, terakomodasi dalam tata ruang wilayah, diikuti lembaga perizinan yang bisa diandalkan, baik dari sisi kecepatan, kemudahan, keamanannya.

Ketiga, pemerintah menyediakan peta data informasi investasi dalam bentuk hardcopy and softcopy. Data itu berisi investasi apa saja di sektor perkebunan, kelautan perikanan, pertambangan, dan pariwisata.

Keunggulan Provinsi Bengkulu yang menguntungkan investor, menurut Rohidin Mersyah, adalah ketersediaan sumber daya listrik. “Bengkulu itu over-supply listrik dan kami punya jaringan yang memadai,” katanya. “Kami punya pembangkit listrik yang besar, ramah lingkungan, dan sudah memasok ke wilayah Sumatera yang lain. Saya kira ini posisi penting bagi pengembangan investasi,” ujarnya.

“Perlu diketahui kondisi keamanan dan ketertiban di Bengkulu sangat terjaga,” ucap Rohidin. “Selamat datang calon investor di Bengkulu. Dengan sistem yang lebih mudah dan digitalisasi, kami menjamin masayarakat yang welcome dan ramah sehingga proses investasi bisa berjalan dengan baik,” tutupnya. (Adv)