Kepahiang, Beritamerdekaonline.com — Jalan lintas penghubung antara Kabawetan dan Sengkuwang, tepatnya di Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, amblas pada Rabu pagi (12/11/2025). Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas terganggu, terutama bagi kendaraan bermuatan berat yang biasa melintas membawa hasil pertanian seperti kopi.
Hasil pantauan langsung tim Berita Merdeka Online di lokasi menunjukkan, amblasnya badan jalan disebabkan oleh gorong-gorong yang tidak lagi mampu menahan beban kendaraan besar. Struktur tanah di sekitar jalan juga tampak mengalami longsor di sisi kiri dan kanan, sehingga membuat sebagian badan jalan menggantung dan rawan dilalui.
Sejumlah pengendara yang melintas terpaksa memperlambat laju kendaraan mereka. Beberapa bahkan memilih memutar arah untuk menghindari titik amblas. Warga setempat menyebutkan, kerusakan jalan sudah terlihat sejak beberapa minggu terakhir, namun amblas semakin parah setelah diguyur hujan deras beberapa hari berturut-turut.

“Sudah lama gorong-gorong itu retak. Begitu hujan lebat datang, tanahnya ikut longsor dan jalan jadi amblas,” ujar Andi, salah satu warga Tangsi Duren yang ditemui di lokasi.
Petugas dari Pemerintah Kecamatan Kabawetan dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepahiang telah meninjau lokasi untuk melakukan pendataan dan rencana perbaikan darurat. Hingga siang ini, sebagian badan jalan sudah dipasangi rambu peringatan agar pengendara tidak melintas terlalu dekat ke area yang rusak.
Bagi pengendara truk dan kendaraan bermuatan berat, pemerintah menghimbau agar sementara waktu menggunakan jalur alternatif, seperti jalan melalui Nanti Agung, Tapak Gedung, atau Sukamerindu, yang dinilai lebih aman.
“Kami minta masyarakat, khususnya sopir truk dan pengangkut hasil bumi, jangan nekat lewat jalur ini dulu. Kondisinya sangat berisiko ambruk total,” tegas salah satu petugas PU di lokasi.
Sementara itu, warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan permanen pada ruas jalan strategis tersebut. Pasalnya, jalan lintas Kabawetan–Sengkuwang merupakan jalur utama mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian di wilayah pegunungan Kepahiang.
Kondisi terkini, separuh badan jalan sudah tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Petugas masih memasang pembatas dan mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan. Para pengguna jalan diimbau tetap waspada dan berhati-hati saat melintas di sekitar wilayah tersebut.
Penulis: Sampur Buana




Tinggalkan Balasan