TENGARAN, Berita Merdeka Online — Menjelang peresmian jalan beton hasil program TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, anggota TNI bersama mahasiswa KKN dan masyarakat menggelar kerja bakti membersihkan sisa material pembangunan, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan jalan yang baru selesai dibangun berada dalam kondisi bersih, rapi dan aman sebelum digunakan masyarakat maupun menjadi lokasi peresmian.
Sejumlah warga, mahasiswa KKN dan personel Satgas TMMD terlihat bahu-membahu membersihkan permukaan jalan. Kerikil, pasir, sisa semen serta material lain yang masih berceceran di badan jalan dikumpulkan dan disingkirkan.
Dengan menggunakan sapu lidi, sekop dan peralatan sederhana lainnya, mereka menyisir bagian jalan hingga lingkungan di sekitarnya. Pembersihan dilakukan secara teliti agar tidak ada material yang berpotensi mengganggu pengguna jalan.
Bagi Satgas TMMD, tahap pembersihan menjadi bagian penting dari penyelesaian pembangunan. Infrastruktur yang telah selesai dikerjakan harus dipastikan siap digunakan dalam kondisi yang aman dan nyaman.
Keterlibatan mahasiswa KKN dan masyarakat memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya menyaksikan hasil pembangunan, tetapi ikut mengambil bagian dalam merawat dan mempersiapkan fasilitas yang nantinya digunakan bersama.
“Jalan ini dibangun untuk masyarakat, sehingga kami juga merasa memiliki dan ikut bertanggung jawab menjaga kebersihannya,” ujar salah seorang warga di lokasi kegiatan.
Semangat gotong royong terlihat sepanjang proses pembersihan. TNI, mahasiswa dan warga bekerja tanpa sekat, berbagi tugas hingga jalan yang sebelumnya masih dipenuhi sisa material tampak semakin bersih dan tertata.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan nilai penting dari pelaksanaan TMMD. Pembangunan tidak berhenti pada proses pengerjaan fisik, tetapi dilanjutkan dengan kepedulian bersama terhadap hasil pembangunan.
Jalan beton tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga Desa Cukil serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sehari-hari.

Menjelang peresmian, kesiapan jalan terus dimatangkan. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, hasil pembangunan diharapkan dapat dimanfaatkan dan dirawat dalam jangka panjang.
Dari sapu lidi hingga jalan beton, gotong royong menjadi bukti bahwa pembangunan akan semakin kuat ketika masyarakat ikut memiliki.
(khsan).
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan