Karawang, Berita Merdeka Online – Pemerintah Kabupaten Karawang makin serius mendigitalisasi layanan publik. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), daerah ini meluncurkan DIGIKAR (Digitalisasi Karawang) sebagai upaya transformasi pelayanan publik menuju sistem yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.
DIGIKAR merupakan bagian dari program Seratus Hari Kerja Bupati (SEHATI) dan dirancang untuk menyatukan beragam aplikasi unggulan lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dalam satu ekosistem digital yang saling terintegrasi.
Kepala Diskominfo Karawang, Wahidin, menjelaskan bahwa DIGIKAR merupakan langkah strategis untuk mendorong tata kelola pemerintahan modern.
“DIGIKAR ini bukan sekadar aplikasi, tapi wajah baru pelayanan publik Karawang. Ini bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberi layanan berbasis teknologi,” tegas Wahidin.
Ada enam aplikasi unggulan dalam DIGIKAR, mewakili peran krusial OPD dalam berbagai sektor:
SAKATA (Satu Data Karawang) dan SATU PETA dari Diskominfo, menampilkan dashboard pimpinan serta informasi spasial yang komprehensif untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
SAPA AKANG dari DPMPTSP, aplikasi perizinan dan layanan administrasi yang mempermudah pengurusan dokumen secara online.
SIJANTAN, milik Dinas PUPR, menampilkan informasi terkini soal kondisi dan status infrastruktur jalan dan jembatan.

SIIMAH, dari Dinas PRKP, menyajikan data seputar perumahan dan kawasan permukiman secara real-time.
SITARIK, milik Disparbud, menjadi sistem informasi digital untuk mengenalkan destinasi wisata lokal lengkap dengan deskripsinya.
Tak berhenti di situ, Diskominfo Karawang juga memperkenalkan inovasi lain bernama PAK HAJI (Pelayanan WhatsApp Karawang Handal dan Teruji), sebuah superapp chatbot berbasis WhatsApp yang telah dirilis pada Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-391.
PAK HAJI menjadi jembatan digital antara masyarakat dan pemerintah, memudahkan akses terhadap seluruh aplikasi pelayanan publik. Masyarakat cukup menggunakan WhatsApp untuk terhubung dengan berbagai layanan dalam satu platform tanpa mengunduh aplikasi tambahan.
“Dengan PAK HAJI, layanan makin dekat di tangan masyarakat. Kami ingin semua warga, dari yang muda sampai lansia, bisa menikmati kemudahan digital,” ujar Wahidin.
Inisiatif ini mendapat respons positif karena dinilai efektif menjawab tantangan era digital dalam sektor pelayanan publik. Pemerintah Kabupaten Karawang pun menargetkan DIGIKAR sebagai fondasi utama transformasi digital birokrasi daerah, sejalan dengan arahan nasional untuk membangun pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). (Kang Yana)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan