Pengurus IP3 pedagang pasar Payakumbuh lakukan jumpa Pers di Balai Wartawan Luak Limopuluah
Payakumbuh, Berita Merdeka Online —
Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) menduga ada indikasi Praktik membumi hanguskan pasar induk Payakumbuh depan ex kantor Bupati Limapuluh Kota jalan Oekarno Hatta berlantai dua.
Pada kebakaran yang terjadi Selasa ( 26/8 ) ba’da subuh menghanguskan 1 (satu) Blok Pasar bagian Barat.
Dalam waktu singkat Sekira 500-an Toko/Kios habis dilalap sijago merah, kerugian ditaksir Puluhan Milyaran Rupiah
Bukan Hanya kerugian Materil dan In-Materil namun setidaknya 3000-an akan segera terdampak secara sosial ekonomi.
Berikut Keterangan Pengurus IP3 dalam Konferensi Pers (Konpers) di Balai Wartawan sore hari pasca kebakaran,ketua IP3 H.Esa,memaparkan, bahwa kebakaran pasar Payakumbuh sudah 7 kali terjadi yang disebabkan adanya unsur kesengajaan.
Sejak terbit Perda Nomor 13 tahun 2016 tentang Pengelolaan Pasar Tradisional tahun 2017 – di pertokoan Blok Timur, ditemukan gulungan obat nyamuk yang dibakar diatas sekering instalasi listrik, kuat dugaan api dari obat nyamuk akan menjalar ke kabel hingga terjadinya korsleting, tapi untungnya dilihat oleh Petugas ronda, lalu disiram dengan air sehingga kebakaran tidak terjadi.
Kemudian pada Blok Timur juga diatas Blok C, muncul 3 titik api : salah satunya toko milik Desra, untung ketahuan sama petugas ronda lalu dipadamkan, kapan peristiwa tidak disebut,terjadi lagi di Blok Barat, yakni toko Kenalan, terbakar 2 petak toko, karena petugas ronda cepat menyiramkan air maka dapat dipadamkan, waktunya juga tidak disebutkan.
Dalam jangka waktu dua bulan juga di Blok Barat toko H.Yusri, dan kebakaran berikutnya yang terjadi disini ada kebakaran sebanyak 4 kali, salah satunya adalah yang terjadi Subuh (26/8) itu yang menghanguskan ratusan petak toko dan kios/ lapak.Berdasarkan pendataan awal, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 65 miliar. Sebanyak 485 toko dan kios dilaporkan habis terbakar, sementara 152 lainnya terdampak langsung.
Upaya-upaya dugaan pembakaran oleh orang tak dikenal di kawasan Pasar Blok Barat dan Blok Timur terjadi sejak tahun 2016 lalu pascadikeluarkannya Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 tahun 2016 tentang Pengelolaan Pasar Tradisional.
Dimana, IP3 sempat melakukan untuk rasa ke DPRD buat menolak Perda dimaksud.
“Makanya, kita berswasangka dan menduga peristiwa (kebakaran) ini ada indikasi kesengajaan. Kami berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas siapa oknum yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” kata Haji Esa didampingi pembina sekaligus kuasa hukum IP3, Ady Surya.SH yang putra asli nagari Koto Nan Godang yang mewarisi toko Penjahit Munir.
Beberapa kejanggalan yang ditemukan IP3, terangnya, ketika awal kebakaran para pedagang mengaku melihat lebih dari 1 titik api atau ada sebanyak 4 titik api sebelum menghanguskan seluruh bangunan Pasar Blok Barat. Kemudian juga, pada dini hari itu petugas ronda pasar juga sempat melihat beberapa anak-anak naik ke lantai dua dan memanjat atap gonjong di bekas Aprelia Swalayan.
“Kemudian, ketika melihat api muncul pedagang dan warga langsung melapor ke kantor Damkar Kota Payakumbuh yang berjarak sekitar 600 meter dari lokasi dan ke kantor Damkar Limapuluh Kota yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi.
Namun, kita dapat laporan bahwa Damkar Kota Payakumbuh yang memiliki 3 unit armada tapi cuma 1 mobil berisi air,” tambah Ady Surya.
Kejanggalan lainnya, terangnya, beberapa pedagang sekitar dua bulan lalu juga sempat menyaksikan beberapa orang petugas yang mengaku dari Pemko Payakumbuh, mencopot CCTV di sejumlah sudut pasar. Ketika ditanyakan pedagang, kenapa CCTV dibuka, petugas teknisi hanya menjawab atas instruksi Dinas Kominfo.

Pengurus IP3 pedagang pasar Payakumbuh lakukan jumpa Pers di Balai Wartawan Luak Limopuluah
Sebelumnya, ditambahkan Haji Esa, Pemko Payakumbuh melalui Badan Perencanaan Daerah sekitar lima hari lampau juga sempat mengundang IP3 untuk rapat sekaligus sosialisasi terkait rencana Pemko untuk melaksanakan program revitalisasi Pasar Payakumbuh.
Dalam rapat tersebut, para pengurus IP3 sempat menolak rencana program Revitalisasi Pasar dengan sejumlah alasan. Salah satunya mengingat kondisi saat ini kondisi pedagang sedang kesulitan akibat penurunan angka jual beli, serta khawatir kalau revitalisasi pasar akan menghilangkan hak-hak sejumlah pedagang dan pemilik toko.
“Konsep yang disampaikan itu bagus menata pasar kembali, dan pihak Pemda menginginkan pasar ini dibongkar. Kita tidak menolak untuk revitalisasi, tapi kita minta ke Pemko harus perhatikan kondisi para pedagang saat ini sedang sulit. Kita sampaikan kita belum siap revitalisasi,” tukasnya.
Dia menambahkan, pihak yang paling dirugikan akibat insiden kebakaran adalah pedagang. Karena ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Bahkan saat ini, akibat kebakaran, lebih dari 1.000 orang pedagang kehilangan pekerjaan.
“Makanya, kami berencana besok akan mendatangi kantor Mapolres Payakumbuh untuk mendesak agar kepolisian mengusut tuntas dugaan ini. Jika memang ditemukan para oknum yang sengaja membakar, agar diproses hukum sesuai ketentuan Undang-Undang,” timpal Ady Surya, yang juga seorang advokad.
Atas nama Pemko Payakumbuh dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kabupaten/kota yang telah membantu, termasuk relawan dan semua pihak yang telah turun tangan, mengatasi kebakaran ini kata Wako Zulmaeta.
Wali Kota Zulmaeta menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah kebakaran tersebut.
Berdasarkan pendataan awal, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 65 miliar. Sebanyak 485 toko dan kios dilaporkan habis terbakar, sementara 152 lainnya terdampak langsung.
“Pemerintah Kota akan segera mengambil langkah cepat dan terukur untuk membantu para pedagang. Pasar Payakumbuh adalah pusat kegiatan ekonomi vital, sehingga pemulihan harus dilakukan secara terencana dengan konsep lebih aman dan modern,” ucapnya.
Dia menegaskan bahwa penanganan kebakaran akan dilakukan secara transparan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kami akan menyiapkan skema pembangunan kembali pasar agar lebih aman dan layak,” ucapnya. (NS/Fd)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan