PANGKALPINANG, BERITA MERDEKA Online – Kasus penyalahgunaan narkoba kembali mencoreng citra dunia politik di Indonesia. Oknum Caleg PDIP bernama MDSR harus merelakan impian politiknya pupus setelah tertangkap tangan dalam dugaan menyelundupkan narkoba jenis shabu ke lapas Bukit Semut, Pangkalpinang.

Tertangkapnya MDSR tidak lepas dari kecerdikan petugas Lapas Kelas IIB Sungailiat, Bangka Belitung.

MDSR diduga menyelundupkan sabu dengan cara membungkusnya dalam kertas layanan kunjungan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Tindakan ini tercium oleh petugas melalui gerak-gerik mencurigakan MDSR, yang akhirnya mengarah pada pemantauan dan penangkapan saat penyerahan barang haram kepada seseorang dengan inisial HS.

Dalam aksinya tersebut, MDSR berhasil membawa enam paket sabu dengan berat masing-masing satu gram.

Selain narkoba, petugas juga mengamankan handphone dan kendaraan roda empat beserta KTP milik oknum Caleg PDIP tersebut.

Menurut Kepala Lapas Sungailiat, Zullaeni, keberhasilan ini merupakan hasil dari ketelitian petugas dalam mengawasi kegiatan narapidana dan orang-orang di sekitarnya.

“Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh jajaran, khususnya pengamanan, atas ketelitiannya sehingga dapat menggagalkan modus penyelundupan narkoba di Lapas Sungailiat,” ungkap Zullaeni, Selasa (2/1/2024).

Ketua DPD PDIP Babel, Didit Srigusjaya, membenarkan bahwa MDSR merupakan caleg PDIP untuk Dapil Kota Pangkalpinang.

Meskipun demikian, Didit menegaskan bahwa MDSR bukanlah pengurus partai, melainkan hanya seorang caleg DPRD Kota Pangkalpinang.

Informasi ini menjadi sorotan, karena keberadaan oknum Caleg PDIP yang terlibat dalam kasus narkoba tentu akan mencoreng reputasi partai berlambang Banteng Moncong Putih.

Pada portal resmi KPU (https://infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Dct_dprd/profile), terdapat data yang memuat foto MDSR sebagai caleg yang sudah ditetapkan oleh KPU.

MDSR terdaftar di urutan kelima bersama Caleg PDIP lainnya. Meski demikian, statusnya sebagai terdakwa dalam kasus narkoba tentu menjadi catatan hitam yang tidak bisa diabaikan.

Kasus ini memberikan gambaran betapa kompleksnya dunia politik, di mana seorang calon legislator terlibat dalam kegiatan ilegal.

Keberhasilan petugas dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkoba menunjukkan pentingnya pengawasan ketat di lembaga pemasyarakatan.

Bagi PDIP, kasus ini menjadi tantangan serius dalam menjaga citra partai, sementara bagi MDSR, perjuangan politiknya sepertinya harus berakhir di tengah jalan.

Jangan lupa untuk terus mengikuti perkembangan berita terkait untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkara ini.(INT)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.