UNGARAN, Berita Merdeka Online – Pada pagi hari Sabtu (27/7/2024), Popi Legianto (43), seorang sopir pribadi, ditemukan meninggal di kamar tidurnya di rumah majikannya, Arif Yunianto (43), di Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat. Kejadian ini terungkap saat Popi tidak bangun untuk melaksanakan sholat subuh hingga pukul 06.30 WIB.
Kapolres Semarang, AKBP Ike Yulianto W, mengkonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa korban diduga mengalami serangan jantung. “Korban merupakan warga Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, dan bekerja sebagai sopir pribadi untuk Arif Yunianto,” ungkap AKBP Ike.
Kapolsek Ungaran Barat, Kompol Giri Narwantono, memberikan kronologi kejadian. Menurut Kompol Giri, Arif Yunianto terakhir kali melihat Popi sekitar pukul 21.40 WIB saat korban tidur dengan posisi miring ke kanan. Pada pukul 03.00 WIB, Arif mengecek dan melihat Popi masih dalam posisi tidur yang sama. Merasa curiga, Arif kembali mencoba membangunkan Popi pada pukul 06.30 WIB, namun tidak mendapatkan respons.
Arif segera menghubungi Bhabinkamtibmas Langensari, Aiptu Sudarto, yang kemudian menghubungi bidan desa untuk memastikan kondisi Popi. Bidan desa yang datang ke lokasi memeriksa korban dan mengonfirmasi bahwa Popi telah meninggal dunia.
Keluarga Popi yang tiba di lokasi menginformasikan bahwa Popi memiliki riwayat penyakit jantung. Berdasarkan riwayat tersebut, keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menuliskan surat pernyataan resmi untuk penolakan tersebut. “Setelah melalui pemeriksaan dan kesepakatan dengan keluarga, jenazah Popi kemudian dibawa oleh keluarga ke Kecamatan Susukan untuk dimakamkan,” jelas Kompol Giri.
Kejadian ini mengejutkan keluarga dan majikan korban. Kapolres Semarang AKBP Ike Yulianto mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung. Pemeriksaan kesehatan rutin dan perhatian terhadap tanda-tanda awal penyakit sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kesadaran akan kesehatan jantung dan langkah-langkah pencegahan perlu ditingkatkan. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, diharapkan kejadian serupa dapat dihindari, serta masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan aman. Kasus ini menyoroti pentingnya kesadaran akan kesehatan jantung dan langkah-langkah pencegahan yang perlu diambil. Masyarakat diimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan memberikan perhatian terhadap tanda-tanda awal penyakit, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung.
Dengan demikian, penanganan yang cepat dan tepat diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang, serta memungkinkan masyarakat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan aman.(day)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan