Aceh Singkil, Berita Merdeka Online – Warga Kabupaten Aceh Singkil digemparkan dengan penemuan seorang pria muda yang ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di sebuah ruko milik Pemerintah Daerah (Pemda), Jumat pagi, 11 Juli 2025. Korban diketahui berinisial AL (26), seorang mahasiswa semester II yang berasal dari Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah.
Peristiwa tragis ini terjadi di lantai dua ruko yang ditinggali korban bersama ayahnya. Korban ditemukan pertama kali oleh sang ayah, ZL (55), seorang pensiunan dari sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit. Saat kejadian, ZL naik ke lantai atas untuk beristirahat karena merasa mengantuk. Namun betapa terkejutnya ia ketika mendapati anaknya telah tergantung di depan kamar mandi menggunakan tali jemuran.

“Saya tadi naik ke atas karena mau tidur, badan rasanya capek dan ngantuk sekali. Tapi begitu saya sampai depan kamar mandi, saya langsung lihat anak saya tergantung. Sudah tidak bernyawa,” ungkap ZL dengan suara bergetar di lokasi kejadian.
Petugas dari Polres Aceh Singkil segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah melakukan identifikasi awal, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Aceh Singkil untuk keperluan otopsi. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti atau motif di balik aksi nekat tersebut.
Kondisi lokasi kejadian tampak dipenuhi suasana haru dan duka. Beberapa tetangga dan kerabat korban tampak berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa. Warga sekitar pun mengaku terkejut karena korban dikenal sebagai pribadi pendiam dan tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan mental atau tekanan psikologis yang berat.
Sementara itu, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian. Mereka berharap ada kejelasan terkait motif di balik peristiwa memilukan ini.
Kejadian ini menambah daftar panjang kasus bunuh diri yang terjadi di Aceh dalam beberapa tahun terakhir. Pakar kesehatan mental mengingatkan pentingnya kesadaran dan dukungan keluarga terhadap kondisi psikologis anggota keluarga, terutama anak muda yang kerap menyimpan beban secara diam-diam. (Muhlis)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan