Bangka Barat, Berita Merdeka Online — Suasana lega dan syukur terpancar dari sekelompok nelayan Desa Tembelok, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Pasalnya, kawasan perairan Teluk Inggris yang selama ini kerap dijarah tambang timah ilegal kini resmi bersih berkat penertiban tegas tim gabungan Polres Bangka Barat bersama TNI AL.

Rasa terima kasih itu disampaikan langsung oleh para nelayan melalui video berdurasi 28 detik yang diterima redaksi Berita Merdeka Online pada Rabu (9/7/2025). Dalam video tersebut, para nelayan mengapresiasi langkah cepat aparat yang berhasil memulihkan kembali ruang tangkap ikan mereka yang selama ini terusik oleh aktivitas ponton tambang ilegal.

 

“Kami nelayan Tembelok mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha dan Kasat Polairud atas penertiban tambang ilegal di Teluk Inggris. Kini laut kami kembali aman,” ucap salah satu nelayan dalam rekaman tersebut.

Baca Juga:

Oknum Mengaku Wartawan Diduga Coba Bungkam Pemberitaan Kasus Parta TNI

Para nelayan mengungkapkan bahwa kehadiran ponton isap produksi (PIP) ilegal selama bertahun-tahun telah sangat meresahkan, karena tidak hanya merusak lingkungan laut tetapi juga mengganggu hasil tangkapan ikan yang menjadi sumber nafkah utama masyarakat pesisir.

Penertiban tambang ilegal di kawasan Teluk Inggris sendiri dilakukan secara intens pada 5—6 Juli 2025. Dalam operasi ini, tim gabungan berhasil mengamankan total 20 unit ponton tambang ilegal. Sebanyak 13 ponton ditarik pada hari pertama operasi, disusul 7 ponton lagi di hari berikutnya.

Baca Juga:

Oknum Loreng Diduga Bekingi Tambang Ilegal Eks Kobatin

Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa penindakan ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menutup praktik tambang ilegal yang merusak ekosistem laut.

“Hari ini kami pastikan perairan Teluk Inggris sudah steril. Tidak ada satu pun ponton ilegal yang tersisa. Seluruh ponton yang diamankan masih dalam proses penyidikan lebih lanjut,” tegas AKBP Pradana.

Baca Juga:

Pangdam Sriwijaya Siap Tindak Tegas Beking Tambang Ilegal

Sayangnya, di tengah kesuksesan operasi ini, sempat beredar isu miring yang menuding anggota Satpolairud Polres Bangka Barat menerima setoran Rp300 ribu per ponton dari para penambang ilegal. Menanggapi kabar tersebut, Kapolres Bangka Barat membantah keras dan menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah keji.

“Isu itu sama sekali tidak benar. Faktanya, di hari kedua operasi, Satpolair bersama TNI AL justru berhasil menangkap 7 ponton tambahan. Ini membuktikan kami konsisten menindak tambang ilegal tanpa kompromi,” ujar AKBP Pradana.

Baca Juga:

Warga Desak Pangdam-Kapolda Bongkar Tambang Ilegal Eks Kobatin

Untuk memastikan wilayah tetap steril dari aktivitas penambangan liar, aparat gabungan kembali melakukan patroli dan pengecekan lanjutan. Hasil monitoring pada Rabu (9/7/2025) menunjukkan kawasan Teluk Inggris benar-benar kosong dari aktivitas ponton tambang ilegal.

Kapolres menegaskan, pihaknya akan terus mengawasi dan menindak tegas segala bentuk penambangan timah ilegal di wilayah Bangka Barat demi melindungi ekosistem laut serta keberlanjutan mata pencaharian nelayan. (s4F)