
Padang, Beritamerdekaonline.com — Kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat Angkatan I resmi berakhir pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Sebanyak 52 peserta berhak menerima sertifikat sebagai tanda telah mengikuti salah satu syarat wajib untuk menjadi anggota PWI.
Penutupan kegiatan dilakukan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumbar, Zul Effendi, di Edotel SMKN 9 Padang, Sumatera Barat.
Dua peserta, Altas Maulana dan Dwita Norfalinda, menerima sertifikat secara simbolis. Keduanya kemudian menyampaikan kesan dan pesan mewakili peserta sebelum kegiatan ditutup secara resmi.
OKK PWI Sumbar berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu, 14-15 Agustus 2026. Selama kegiatan, peserta mengikuti rangkaian materi dengan serius dan aktif.
Para peserta yang mengenakan kemeja putih mengikuti setiap sesi di ruang pertemuan Edotel SMKN 9 Padang. Diskusi dan tanya jawab berlangsung sepanjang penyampaian materi.
Kegiatan yang sebelumnya dikenal dengan istilah Karya Latih Wartawan (KLW) tersebut menjadi bagian penting bagi calon anggota PWI. Selain membekali peserta dengan pengetahuan jurnalistik, kegiatan ini menjadi pintu masuk untuk bergabung dengan organisasi wartawan yang telah berdiri sejak 1946.
Ketua PWI Sumbar Widya Navies mengatakan OKK akan terus dilaksanakan untuk memberikan kesempatan kepada wartawan yang ingin bergabung dengan PWI.
“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya. Ini OKK pertama tahun ini untuk kawan-kawan calon anggota PWI Sumbar. Tapi bukan yang terakhir. Insya Allah kita buka lagi,” kata Widya dalam sambutan pembukaan yang disampaikan melalui sambungan telepon dan diperdengarkan lewat pengeras suara.
Widya juga mengingatkan peserta untuk menjaga marwah organisasi dan menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
“Tulis yang benar, berimbang, dan bermanfaat untuk masyarakat. Karena wartawan PWI adalah penjaga demokrasi dan kebenaran informasi,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, materi disampaikan dalam format panel. Setiap narasumber diberikan waktu sekitar 10 menit untuk menyampaikan materi, kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama peserta.
Pada panel pertama, Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Sumbar sekaligus Ketua Panitia OKK, M. Khudri, menyampaikan materi mengenai sejarah singkat PWI, PWI Sumbar, serta jejak perjalanan wartawan di Ranah Minang.
Materi kemudian dilanjutkan Sawir Pribadi, Zul Effendi, dan Firdaus Abie yang membahas keorganisasian serta peran Dewan Kehormatan PWI. Diskusi berlangsung interaktif dengan sejumlah pertanyaan dari peserta.
Panel kedua membahas Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Kode Perilaku Wartawan (KPW), Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta hukum pers dan delik pidana.
Materi tersebut disampaikan Emil Mahmudsyah, Sukri Umar, dan Devi Diany dengan M. Khudri sebagai moderator. Pembahasan juga mencakup Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang-Undang Perlindungan Anak.
Pada sesi terakhir, peserta mendapatkan materi teknis jurnalistik, mulai dari teknik peliputan, wawancara, penulisan berita hingga penulisan feature. Materi disampaikan Reviandi, Guspa, dan Soesilo dengan Romi Delfiano sebagai moderator.
Reviandi mengatakan peserta OKK kali ini sebagian besar telah memiliki pengalaman sebagai wartawan. Karena itu, materi disampaikan dalam bentuk berbagi pengalaman dan praktik jurnalistik.
“Kawan-kawan peserta OKK ini ternyata wartawan-wartawan yang sudah berpengalaman. Jadi saya lebih suka sharing saja,” kata Reviandi.
Menurut PWI Sumbar, OKK menjadi bagian dari pondasi bagi calon anggota dalam memahami organisasi, etika, hukum pers, serta kompetensi jurnalistik.
Seluruh materi selama kegiatan diberikan oleh wartawan utama dan pengurus inti PWI Sumbar. Dengan berakhirnya OKK tersebut, sebanyak 52 peserta dinyatakan telah mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bagian dari proses menjadi anggota PWI.
(Charles Nasution)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan