
PADANG, Berita Merdeka Online — Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumatera Barat Brigjen Pol Solihin menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat terkait perselisihan antara seorang pengemudi, Bill Irzano (23), dan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumbar Kombes Pol Teddy Fanani yang viral di media sosial pada Jum’at 7 Agustus 2026 yang lalu.
Permohonan maaf tersebut disampaikan Solihin dalam konferensi pers di Mapolda Sumbar, Senin (10/8/2026). Ia didampingi Kabid Propam Polda Sumbar Kombes Pol Siswantoro dan Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya.
“Kami atas nama seluruh keluarga besar Polda Sumatera Barat menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dari kejadian tersebut,” ujar Solihin.
Menurut Solihin, peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi institusi Polri, termasuk bagi dirinya secara pribadi. Ia menegaskan setiap anggota kepolisian harus mampu menjaga sikap ketika menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Solihin meminta seluruh personel Polda Sumbar untuk mengedepankan kedewasaan, sikap positif, serta kemampuan mengendalikan emosi. Anggota Polri, kata dia, juga diminta menghindari tindakan yang dapat dinilai arogan ketika berhadapan dengan masyarakat.
“Sebagai pelindung dan pelayan masyarakat, setiap anggota Polri dituntut untuk bersikap dewasa, positif, mampu menahan diri, serta mengontrol emosi,” katanya.
Berakhir Damai
Solihin mengatakan persoalan antara Bill Irzano dan Kombes Teddy Fanani telah diselesaikan melalui kesepakatan damai. Laporan yang sebelumnya disampaikan Bill kepada Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumbar juga telah dicabut.

“Proses di Propam, laporan dicabut dan selesai,” ujar Solihin.
Dalam proses penyelesaian tersebut, sejumlah tokoh turut membantu mempertemukan kedua belah pihak. Di antaranya Ketua PWI Sumatera Barat Widya Navies dan Ketua LKAAM Sumatera Barat Profesor Fauzi Bahar Datuak Nan Sati.
Solihin menyampaikan apresiasi kepada keluarga Bill yang telah membuka pintu maaf dan memilih menyelesaikan persoalan secara damai.
“Tentunya permasalahan ini sudah selesai, mari kita hidup berdampingan dengan baik dan harmonis,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk saling menghormati dan mampu menahan emosi, khususnya saat berkendara, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Pengawasan Internal Diperkuat
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan pihaknya akan memperkuat pengawasan internal untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Menurut dia, langkah preemtif dan preventif dilakukan melalui pengawasan melekat (Waskat) secara berjenjang. Arahan kepada anggota diberikan mulai dari pimpinan hingga jajaran kepolisian di tingkat kewilayahan.
“Mulai dari pimpinan tertinggi hingga para Kapolres, setiap pelaksanaan apel pagi selalu kami manfaatkan untuk memberikan arahan langsung maupun melalui grup koordinasi, agar anggota senantiasa mengutamakan profesionalisme dan humanisme dalam melayani masyarakat,” ujar Susmelawati.
Ia menegaskan profesionalisme dan pendekatan humanis harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas setiap personel kepolisian, terutama ketika berinteraksi langsung dengan masyarakat.
(Charles Nasution)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan