Bangka Barat, Berita Merdeka Online — Dugaan keterlibatan oknum anggota TNI berinisial Parta dalam membekingi aktivitas ratusan ponton isap produksi (PIP) tambang timah ilegal di perairan Teluk Inggris dan Keranggan, Bangka Barat, semakin memanas.

Dalam pesan WhatsApp yang diterima redaksi Berita Merdeka Online, Kamis (10/7/2025) dini hari, Parta membantah keras tudingan bahwa dirinya adalah aktor utama di balik operasi ratusan ponton tersebut.

“Kenapa harus saya yang dikambinghitamkan? Saya tidak pernah memback-up tambang ilegal. Pangkat saya apa sampai bisa atur itu semua,” tulis Parta dalam pesannya.

Baca Juga:

Nelayan Tembelok Bersyukur, Perairan Teluk Inggris Kini Bersih dari Tambang Ilegal

Parta juga mengaku kini harus menjalani pemeriksaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) buntut dari pemberitaan yang ramai beredar dan menyeret namanya.

“Intinya saya ditumbalkan soal tambang ilegal di Teluk Inggris dan Keranggan. Saya jadi korban pemberitaan sepihak,” klaimnya.

Baca Juga:

Oknum Mengaku Wartawan Diduga Coba Bungkam Pemberitaan Kasus Parta TNI

Namun, bantahan Parta berseberangan dengan bukti-bukti yang berhasil dihimpun tim Berita Merdeka Online. Berdasarkan tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang beredar di kalangan penambang, Parta tampak aktif mendata, mengatur jalannya ponton, hingga mencatat penambang yang beroperasi di kawasan Keranggan.

Baca Juga:

Warga Desak Pangdam-Kapolda Bongkar Tambang Ilegal Eks Kobatin

Dalam percakapan tersebut, Parta diduga berperan sebagai koordinator yang menentukan ponton mana saja yang diizinkan menambang. Hal ini memperkuat dugaan bahwa oknum tersebut memiliki posisi strategis dalam pengaturan aktivitas tambang pasir timah ilegal yang selama ini merusak ekosistem laut di wilayah Teluk Inggris dan Keranggan.

Baca Juga:

Oknum Loreng Diduga Bekingi Tambang Ilegal Eks Kobatin

Sebelumnya, aparat gabungan Polres Bangka Barat dan TNI AL telah melakukan penertiban besar-besaran terhadap ponton isap produksi ilegal di perairan tersebut. Puluhan ponton berhasil diamankan dalam razia yang digelar bertahap awal Juli lalu. Penindakan ini pun memicu spekulasi dan kabar simpang siur, termasuk dugaan keterlibatan oknum penegak hukum dan aparat keamanan yang diduga bermain di belakang layar.

Baca Juga:

Pangdam Sriwijaya Siap Tindak Tegas Beking Tambang Ilegal

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait di lingkungan TNI maupun Komando Daerah Militer belum memberikan klarifikasi resmi mengenai status dan tindakan lanjutan atas dugaan keterlibatan Parta. Sementara itu, warga pesisir yang selama ini terdampak aktivitas tambang ilegal mendesak agar penegakan hukum tidak setengah hati dan aktor-aktor yang membekingi penambangan ilegal ditindak tegas. (S4F)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.