Pagar Alam, Beritamerdekaonline.com – Seorang pendaki berinisial DA (22) asal Bengkulu ditemukan tewas di puncak Gunung Dempo, Pagaralam, Sumatera Selatan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pagaralam, Anjas, mengungkapkan bahwa korban diduga meninggal akibat hipotermia. Pasalnya, sebelum mendaki, korban dilaporkan dalam kondisi sehat.

Proses evakuasi korban dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD, relawan, dan Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (Brigade). Namun, pihak Brigade belum dapat memberikan keterangan lengkap terkait waktu kejadian.

“Saat ini, evakuasi masih berlangsung di jalur pendakian Rimau, jalur khusus untuk keadaan darurat. Informasi lebih lengkap akan kami sampaikan setelah proses evakuasi selesai,” kata Anjas, Jumat (3/1).

Gunung Dempo memiliki dua jalur resmi untuk pendakian, yaitu jalur Kampung IV dan jalur Rimau. Jalur Rimau kerap digunakan dalam situasi darurat karena aksesnya yang lebih mudah untuk evakuasi.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih dilakukan di medan yang cukup menantang. Pihak BPBD mengimbau para pendaki untuk selalu mempersiapkan diri dengan baik dan mematuhi protokol keselamatan selama pendakian. (*)

Editor: Yaap

Tim gabungan dari BPBD, relawan, dan Brigade Gunung Dempo tengah melakukan evakuasi korban di jalur Rimau, Jumat (3/1/2025). Pendaki asal Bengkulu diduga tewas akibat hipotermia di puncak Gunung Dempo. (Foto Istimewa).


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.