Pekanbaru Riau, BMonline – Pekanbaru Selasa, taggal, 05-05-2020 dalam perdamaian pihak pelaku dari petugas bank BTN dengan korban 15 Afril 2020 tersebut dianggap belum ada penyelesaian, karena bunyi dari perdamaian yang di buat oleh pihak bank BTN dengan Perkumpulan Media Online Independen Nusantara(PWOIN) Riau tersebut tidak ada membunyikan oknum atau pihak bank BTN meminta maaf atau mencantumkan nama oknum dari wartawan yang menjadi korban, baikpun nama pelaku tidak disebutkan, kalo pelaku Jaswa Sihombing memintak maaf kepada korban, penghinaan yang dilakukan oleh oknum BTN sebagai pelaku Jaswa Sihombing terhadap korban Ansori (wartawan).
Lanjut Ansori, Wajar saja kalo menaruh kecurigaan terhadap pihak Organisasi Perkumpulan Media Online Independen Nusantara (PWOIN) Riau Ismail sarlata tersbut, karena perdamaian tersebut di kendalikan oleh pihak Ismail yang mengaku dari Perkumpulan Media Online Independen Nusantara (PWOIN) Riau.”, dengan pihak BTN bukan dikendalikan oleh antara kedua belah pihak korban dengan pelaku atau pihak bank BTN, Perkumpulan Media Online Independen Nusantara (PWOIN) Riau harusnya cuma menengahi atau mediator saja, untuk mediasi tersebut bukan untuk melakukan apa kata Tim Perkumpulan Media Online Independen Nusantara (PWOIN) tersebut .
“Di duga kuat bahwasanya ada perdamaian khusus antara Ismail sarlata Selaku Sekretaris Perkumpulan Media Online Independen Nusantara (PWOIN) Riau dan pimpinaan redaksi dari media online riauintevigasi.com, dengan pihak bank BTN tersebut,”ucap Ansori
Tambah Ansori, karena sesuai dengan kecurigaan Ansori dengan berita yang tidak berimbang yang di buat Ismail beberapa hari yang Lalu dan terbit di beberapa media online, yang bunyi berita yang di tulis oleh Ismail berpihak kepada pelaku, atau Oknum BTN, sementara penghinaan terhadap wartawan (Ansori) dan hanya mengangkat atau membesarkan nama Organisasi Perkumpulan Media Online Independen Nusantara (PWOIN) Riau saja,” yang saat ini di pipin oleh Ismail sebagai sekretaris PWOIN Riau.” Kata dia
Ansori juga mengatakan kepada media ini, agar permasalahan yang ditulis mengenai pemberitaan ke tiga media diantaranya rakyat45.com dan sergaponline.com serta riaukontras.com, jadi berita yang mereka buat itu adalah mengandung opini kalo menurut pendapat korban sebab tidak ada nara sumber bahkan korbanpun tidak di konfirmasi. Kata ansori lagi
Ansori (Korban) terus membeberkan, Tujuan dan niat Ansori tidak langsung untuk menyurati pimpinaan dari ke 3 Media yang di atas itu, agar bisa saling membantu satu sama lain tehadap media,
“Saya ini kan Media juga bukannya saya pejabat atau orang lain nanti gak elok kalo kita sesama rekan media saling membuat berita, yang berlawanan ucap Ansori, namu mereka tidak juga paham, maka Ansori menganggap mereka memang sengaja mau mencemarkan nama baik pribadinya, dan diduga di rencanakan dan tidak ada etikat baik mereka dengan media lain karena Ismail juga di tolak dari beberapa rekan media sudah sering menjelek-jelekan media lain dengan cara memberitakan media lain di media Ismail sarlata sendiri .” Beber ansori.
Maka dari itu, ” Saya akan menempuh jalur hukum yang berlaku.” tegas Ansori lagi
Yang sangat di sayangkan bahwa korban (Ansori) tidak ada menerima surat hasil perdamaian tersebut diambil oleh Ismail, ketika korban (Ansori) memintanya tidak dibolehkan jawaban Ismail.
“ini kan mengatasi nama kan Perkumpulan Media Online Independen Nusantara (PWOIN) jadi kami yang pegang surat perdamaiannya sambil Ismail mengatakan kalo ada media lain menanyakan masalah ini bilang sudah berdamai dan suruh orang yang bertanya hubungin saya saja.” ucap Ismail menuturkan dengan korban (Ansori) ketika surat perdamaian sudah mereka buat . Tutupnya
Hingga berita ini ditayangkan penanggung jawab Perkumpulan Media Online Independen Nusantara (PWOIN) belum dapat di komfirmasi (CW-01-PB)
Editor: Mitra Pizer
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan