Tolitoli, Beritamerdekaonline.com — Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tolitoli menggelar Talk Show Pendidikan yang mengangkat tema “Hati Guru Harapan Orang Tua dan Nilai Masyarakat Bertemu Membentuk Sekolah Tanpa Kekerasan.” Kegiatan ini berlangsung di Aula Balre Tau Dako Lipu Tolitoli, Rabu (19/11/2025).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Tolitoli, Mohammad Dzikron SH., M.Si, mewakili Bupati Tolitoli. Talk show diikuti ratusan peserta perwakilan pengurus PGRI se-Kabupaten Tolitoli yang antusias mengikuti materi tentang pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli Usman Taba, SE., MH., MM, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Halima Setyoningrum, SE, serta perwakilan dari Polres dan Kejaksaan Negeri Tolitoli. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi upaya penguatan komitmen agar sekolah menjadi ruang belajar yang ramah bagi peserta didik.

Ketua PGRI Kabupaten Tolitoli, Ahdal Suhada Abdullah, S.Pd, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak. Ia menegaskan, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, namun juga wadah pembentukan karakter dan penanaman akhlak serta budi pekerti.

“Akhir-akhir ini kita dihadapkan pada tantangan serius mengenai kasus kekerasan di dunia pendidikan, baik fisik, verbal maupun psikis. Kondisi ini memerlukan perhatian dan respon bersama,” ujar Ahdal.

Sementara itu, Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra menyampaikan apresiasi terhadap PGRI Tolitoli atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi sekolah saat ini.

“Sekolah bukan hanya sarana menuntut ilmu, tetapi juga tempat menumbuhkan rasa saling menghargai dan memberikan kenyamanan bagi peserta didik, baik lahir maupun batin,” kata Bupati dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa peran guru, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Guru sebagai pendidik, orang tua sebagai pendamping utama, dan masyarakat sebagai lingkungan yang memberi pengaruh besar, harus bersinergi dalam mencegah kekerasan,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kesadaran dan komitmen bersama dalam mengutamakan keselamatan, kenyamanan serta penghormatan terhadap hak anak di sekolah. Melalui kerja sama semua pihak, pendidikan di Tolitoli diharapkan semakin maju dan menjadi ruang aman bagi generasi penerus bangsa. (AlM)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.