Kabupaten Semarang | Beritamerdekaonline – Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Paidi, warga RT 21 RW 08, Dusun Banjari, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terus menunjukkan perkembangan. Memasuki tahap plester teras, personel Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga bersama warga bekerja dengan penuh ketelitian demi menghadirkan hunian yang lebih layak, nyaman, dan berkualitas, Selasa (4/8/2026).

Pada tahap ini, personel Satgas TMMD meratakan campuran semen dan pasir di seluruh permukaan teras sebagai dasar untuk menghasilkan konstruksi yang kuat sekaligus rapi. Setiap bagian dikerjakan secara cermat agar teras rumah memiliki permukaan yang kokoh, nyaman digunakan, serta memperindah tampilan bangunan secara keseluruhan.

Bagi keluarga Paidi, teras bukan sekadar bagian depan rumah, melainkan ruang pertama yang menyambut setiap tamu sekaligus menjadi tempat berkumpul bersama keluarga. Karena itu, pengerjaan dilakukan dengan mengutamakan kualitas agar hasilnya dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Di balik proses pembangunan tersebut, semangat gotong royong terus menjadi kekuatan utama. Personel Satgas TMMD dan warga saling bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan, mencerminkan eratnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam setiap pelaksanaan program TMMD.

Komandan Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, S.I.P., M.M., mengatakan setiap sasaran RTLH dikerjakan dengan mengedepankan kualitas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Pembangunan RTLH bukan hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Program RTLH yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Cukil. Seiring progres pembangunan yang semakin mendekati penyelesaian, rumah Paidi perlahan berubah menjadi hunian yang lebih representatif dan layak huni.


Melalui Program TMMD Reguler ke-129, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat kembali membuktikan bahwa semangat gotong royong mampu menghadirkan perubahan nyata. Setiap tahapan pembangunan bukan hanya menghasilkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga menumbuhkan harapan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
(Ikhsan)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.