Beritamerdekaonline.com, Jakarta – Kawasan Ciayumajakuning yang meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan dinilai memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi berbasis pariwisata di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Rokhmin Dahuri usai menghadiri kegiatan Halal Bihalal Paguyuban Ciayumajakuning di Jakarta, Minggu (5/4/2026).

Menurut Rokhmin, kawasan Ciayumajakuning memiliki keunggulan komparatif yang lengkap, mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, hingga religi. Ia menegaskan, potensi tersebut harus segera dioptimalkan agar mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat setempat.

“Setiap daerah memiliki karakteristik dan daya tarik tersendiri. Tinggal bagaimana pengelolaannya dilakukan secara profesional dan terintegrasi,” ujarnya.

Prof Rokhmin Dahuri menghadiri acara Halal Bihalal Paguyuban Ciayumajakuning di Jakarta

Dari sisi pariwisata, Cirebon dinilai memiliki peluang besar melalui pengembangan kawasan pesisir dengan konsep waterfront city. Sementara itu, Indramayu menawarkan wisata pantai seperti Pantai Tirtamaya dan Eretan yang telah dikenal luas oleh wisatawan domestik.

Di sisi lain, Majalengka dan Kuningan menghadirkan panorama pegunungan yang asri dan udara sejuk, menjadikannya destinasi favorit bagi pencinta wisata alam dan ekowisata.

Tak hanya itu, sektor kuliner juga menjadi kekuatan utama kawasan ini. Beragam makanan khas seperti Nasi Jamblang, Empal Gentong, Mie Koclok, Nasi Lengko, hingga Tahu Gejrot dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata gastronomi.

Selain wisata alam dan kuliner, sektor religi juga menjadi daya tarik penting dengan keberadaan Makam Sunan Gunung Jati yang menjadi salah satu tujuan ziarah utama di Indonesia.

Tak kalah penting, sektor pertanian turut memperkuat ekonomi kawasan, khususnya komoditas mangga dari Indramayu yang kini mulai menembus pasar ekspor ke Jepang dan Korea Selatan.

Meski memiliki potensi besar, Rokhmin menilai tantangan utama adalah bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi riil. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor.

“Sinergi lintas sektor, termasuk dukungan anggaran dari APBN dan APBD, sangat dibutuhkan agar pengembangan kawasan ini berjalan optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan pengelolaan yang tepat dan strategi yang terintegrasi, Ciayumajakuning diyakini mampu tumbuh menjadi pusat ekonomi baru berbasis pariwisata dan kearifan lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Dmos)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.