SEMARANG, Berita Merdeka Online – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, meresmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi Semarang sekaligus membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (30/9).

Dalam kesempatan itu, ia berharap sekolah ini mampu melahirkan generasi penerus yang kelak menjadi pemimpin, pengusaha, dokter, guru, pengacara, dan profesi-profesi mulia lainnya yang mengharumkan nama Kota Semarang.

MPLS akan berlangsung selama dua minggu sebelum dilanjutkan dengan matrikulasi dan proses belajar mengajar formal.

Sekolah Rakyat Terintegrasi ini mencakup jenjang SD dan SMA, masing-masing dengan kapasitas 50 siswa, dan dirancang berasrama untuk membangun karakter sekaligus kemandirian siswa.

Menurut Agustina, hadirnya sekolah rakyat adalah bukti nyata gotong royong berbagai pihak demi menghadirkan pendidikan yang layak dan merata.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Dinas Sosial Kota Semarang, Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta para guru yang dengan tulus mendampingi anak-anak kita,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk bersekolah tanpa terkecuali, sejalan dengan RPJMD Kota Semarang dan program strategis nasional Presiden RI Prabowo Subianto.Sekolah Rakyat Terintegrasi Semarang

Kehadiran Sekolah Rakyat juga menjadi tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Anak-anak bisa bersekolah tanpa membebani orang tua. Kurikulum yang disiapkan bukan hanya akademik, tetapi juga pembentukan karakter, budi pekerti, dan mentalitas tangguh,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, yang turut hadir meninjau fasilitas sekolah menyebut sarana-prasarana di lokasi sudah memadai.

“Sekolah rakyat ini ditujukan oleh Presiden untuk memutus transmisi kemiskinan, memuliakan saudara-saudara kita yang miskin, sekaligus memberi harapan bagi keluarga kurang mampu agar anak-anaknya tetap bisa sekolah dan mewujudkan cita-citanya,” jelas Agus Jabo.

Ia menambahkan, Presiden ingin seluruh anak Indonesia bersekolah dengan fasilitas unggulan. Selain ilmu pengetahuan, siswa juga dibekali karakter kebangsaan, solidaritas sosial, serta keterampilan praktis agar siap melanjutkan kuliah atau langsung bekerja setelah lulus SMA.

“Kemensos bersama kementerian terkait menyiapkan jalur lanjutan bagi lulusan, baik untuk melanjutkan studi maupun memasuki dunia kerja. Harapannya, sekolah rakyat benar-benar menjadi solusi memutus rantai kemiskinan dan mengangkat derajat bangsa melalui pendidikan,” pungkasnya.(day)