Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – PT Bank Sampah Induk Sehati (BSI Sehati) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk penutupan buku tahun 2024 dan membahas rencana kerja tahun 2025, Kamis (3/1). Rapat ini menghasilkan keputusan penting, yakni pembentukan Yayasan Sehati Raflesia Bengkulu.

Yayasan baru ini akan berfokus pada misi pendidikan, pendampingan, serta penguatan komunitas masyarakat demi mendukung keberlanjutan pembangunan di Provinsi Bengkulu. Sebagai program awal, yayasan tersebut akan menjalankan berbagai kegiatan strategis yang menyasar penguatan kapasitas masyarakat lokal.

“Semoga langkah ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Bengkulu dan menciptakan dampak yang berkelanjutan,” ujar Eko Sumartono, salah satu inisiator yayasan.

Yayasan Sehati Raflesia Bengkulu dipimpin oleh gabungan berbagai elemen, termasuk akademisi, pemerhati lingkungan, pekerja sosial, dan pelaku pendidikan. Beberapa tokoh yang tergabung di antaranya adalah Eko Sumartono, Siti Pahlawati, Frans, dan Yudi Nugroho.

RUPS ini menjadi momentum penting bagi BSI Sehati untuk memperluas peran sosialnya di masyarakat sekaligus menciptakan platform kolaborasi antara berbagai pihak yang peduli pada isu-isu keberlanjutan di Bengkulu. (AP)

Editor: Redaksi

Peserta Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Sampah Induk Sehati (BSI Sehati) berfoto bersama usai pembentukan Yayasan Sehati Raflesia Bengkulu, Kamis (3/1/2025). Yayasan ini akan fokus pada misi pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di Bengkulu. Foto Dok Usin Abdisyah Putra Sembiring.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.