Limapuluh Kota (Sumbar)
Beritamerdekaonline.com — Di tengah-tengah hiruk pikuknya suara sumbang yang terlontar dari mulut rekan-rekan media di Balai Wartawan baru-baru ini terkait dicekiknya pintu rezki perusahaan pers dan wartawan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Limapuluh Kota, terkait dikuranginya jumlah berlangganan koran dan pembayaran honor berita.
Kamis 2 Maret 2023 lalu, Kadis Kominfo yang baru Desri Imam datang ke Balai Wartawan dengan memboyong stafnya yang terkait dengan media membawa angin segar yang bisa membangkitkan gairah kerja para kuli-kuli tinta di daerah Kabupaten Limapuluh Kota kembali.
Pasalnya jumlah langganan koran ditetapkan seperti tahun 2022 demikian juga dengan pembayaran honor
/ jumlah berita yang disepakati demikian juga dengan pariwara/lapsus disesuaikan dengan anggaran yang ada.
Kebijakan ini diambil oleh Kadis yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Kadis Kominfo, karena dia mersakan kehidupan media dan wartawan, Desri Imam pernah merasakan jadi wartawan dikala muda dan bisa membayar uang kuliyahnya dengan honor berita yang ia terima.
Dalam rangka meningkatkan kemitraan dengan pegiat media massa, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Limapuluh Kota menggelar silaturahmi dengan wartawan yang bertugas di Luak Limopuluh (Kota Payakumbuh-Kabupaten Limapuluh Kota), Kamis (2/3/2023) di Balai Wartawan.
“Hadir di Balai Wartawan ini merupakan suatu kebanggaan yang besar bagi kami Diskominfo Limapuluh Kota. Mudah-mudahan kedepannya silaturahmi dan kemitraan antara Pemkab Limapuluh Kota atau Diskominfo dengan Insan Pers semakin baik,” sebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Limapuluh Kota, Desri di Balai Wartawan.
Desri menyebut, bahwa dewasa ini pers memegang peran penting dalam rangka mewujudkan visi-misi daerah. Menurutnya, suatu daerah akan merugi jika menjauh dari pers.
“Akan menjadi kerugian yang besar bagi daerah apabila menjauh dari pers. Karena melalui pers apa yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah bahkan sampai ke pelosok-pelosok daerah akan diketahui oleh masyarakat,” ungkapnya didepan puluhan wartawan yang hadir.
“Pemerintah yang baik bukanlah pemerintah yang takut dengan sosial kontrol pers, malah sebaliknya pemerintah yang baik adalah pemerintah yang rindu dengan kontrol pers,” tambah Desri.
Pada kesempatan itu, Desri juga menyampaikan pesan permohonan maaf Bupati Safaruddin kepada Insan Pers yang tidak bisa hadir pada kegiatan tersebut.
“Bapak bupati menyampaikan salam maaf karena tidak bisa ikut hadir. Namun beliau akan mengundang rekan-rekan semua untuk bertemu dalam rangka coffe morning,” katanya.
Sementara itu, Saiful Hadi Dt. Bagindo Bosa Nan Kayo salah seorang wartawan senior di Luak Limopuluah mengapresiasi kedatangan Diskominfo Limapuluh Kota ke Balai Wartawan. Ia mengatakan bahwa, Wartawan siap kembali bersinergi dengan Pemda untuk kemajuan daerah.
Kita mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Diskominfo Limapuluh Kota atas kedatangan ke Balai Wartawan. Mari kita bangun sinergitas dan kemitraan yang baik untuk kemajuan daerah,” katanya.
Ia mengatakan, bahwa pers sebagai mitra pemerintah akan tetap mengedepankan fungsi kotrol dan tetap mengedepankan etika dalam penulisan berita serta menghasilkan berita yang berimbang dan faktual.
Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Diskominfo Limapuluh Kota Muhammad Rifki, Kabid Komunikasi Publik Deni Permana, Kabid Persandian dan Manajemen Sistem Elektronik Titin Mulyani dan Kabid Aplikasi dan Teknologi Informatika Ridho Azwardi, Kasi Monitoring Opini dan Aspirasi Publik Herpa Tamidi, Kasi Layanan Hubungan Media dan Kehumasan Jhoni Indra serta staff Diskominfo lainnya. (NS)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan