Kisaran Timur, Beritamerdekaonline.com – Kondisi Stadion Mutiara di Jalan Madong Lubis, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, menuai sorotan tajam. Meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Asahan mencapai Rp1,8 triliun per tahun, stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat ini dibiarkan tak terurus.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi (LSM Gemmako) Kabupaten Asahan, Dodi Antoni, mengungkapkan kekecewaannya pada Minggu (29/12/2024). “Stadion ini kini lebih mirip kandang kerbau. Bahkan, diduga menjadi tempat maksiat pada malam hari. Ironisnya, kantor Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Asahan yang berdekatan seolah tutup mata terhadap kondisi ini,” ujarnya.

Dodi mengkritik penggunaan anggaran yang dinilai tidak efektif. “Percuma saja APBD Rp1,8 triliun jika tidak mampu merawat Stadion Mutiara. Padahal, pembangunannya menelan biaya miliaran rupiah. Tahun 2020, stadion ini masih bersih, sejuk, dan menjadi tempat rekreasi warga. Namun sejak 2022 hingga sekarang, kondisinya terus memburuk,” tegasnya.

Kondisi stadion yang dulunya menjadi tempat favorit untuk bersantai bersama keluarga kini berubah drastis. Area yang sebelumnya tertata rapi kini rusak parah dan terkesan dibiarkan tanpa perawatan. Hal ini memunculkan kekecewaan di kalangan masyarakat.

Dodi juga meminta perhatian Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir. “Kami berharap Pak Erick Thohir dapat turun langsung melihat kondisi Stadion Mutiara. Selain itu, kami mendesak agar dilakukan audit terhadap penggunaan anggaran yang terkait stadion ini, karena ada dugaan kuat penyimpangan,” pungkasnya.

Stadion Mutiara semestinya menjadi simbol kebanggaan masyarakat Asahan. Namun, tanpa perhatian serius dari pihak terkait, stadion ini justru menjadi contoh buruk pengelolaan fasilitas publik. (CW01-Asahan)

Stadion Mutiara Kabupaten Asahan tampak kumuh dan tak terurus, Minggu (29/12/2024). Warga mendesak audit anggaran untuk memastikan tidak ada penyimpangan.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.