SEMARANG, Berita Merdeka Online – Dugaan adanya aktivitas penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, memicu langkah cepat tiga lembaga swadaya masyarakat untuk melakukan investigasi lapangan.
Ketiga lembaga tersebut adalah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Kota Semarang, Indonesia Stop Corruption (ISC), dan Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Republik Indonesia (LPKAN-RI).
Ketua GNPK-RI Kota Semarang, Andika Rama, menjelaskan bahwa tim gabungan langsung meninjau lokasi yang dicurigai sebagai tempat penimbunan.
Dalam investigasi itu, mereka menemukan sejumlah wadah berkapasitas besar atau kempu yang diduga berisi solar, serta beberapa jeriken yang digunakan untuk menampung BBM. Seluruh temuan didokumentasikan melalui foto untuk dijadikan bukti awal.
“Setelah melihat langsung, kami mendapati ada empat kempu yang penuh berisi solar. Temuan ini langsung kami laporkan ke Polsek Mijen,” ujar Andika Rama, Sabtu (6/12/2025).
Ia menambahkan, personel Polsek Mijen merespons dengan datang ke lokasi dan kemudian mengarahkan agar laporan resmi dibuat di Unit Tipidter Polrestabes Semarang untuk tindak lanjut lebih menyeluruh.
Rombongan tiga lembaga antikorupsi tersebut kemudian mendatangi Polrestabes Semarang. Di sana, mereka diminta untuk mengisi formulir laporan atau membuat aduan tertulis sebagai dasar proses penyelidikan.
Andika Rama menegaskan bahwa pihaknya mendesak kepolisian untuk segera mengambil langkah cepat.

Menurutnya, penundaan penanganan dikhawatirkan dapat membuat barang bukti hilang atau sengaja dihilangkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Ia berharap kasus dugaan penimbunan BBM ini dapat diusut tuntas demi mencegah kerugian negara dan menjaga integritas pengawasan distribusi energi di Kota Semarang.
Solar Diduga Berasal dari Kencingan Truk Sampah
Seorang narasumber yang meminta identitasnya disembunyikan mengungkapkan bahwa hampir setiap hari terlihat sejumlah truk pengangkut sampah singgah di lokasi tersebut diduga untuk “kencing solar”.
“Truk sampah biasanya datang setiap hari, kadang siang hari. Kalau yang warna biru-putih, biasanya seminggu sekali,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh menyebutkan adanya aktivitas pengambilan solar dari tangki truk pengangkut sampah oleh oknum sopir.
Solar tersebut disedot menggunakan selang dan ditampung ke galon-galon air mineral, sebelum disetorkan kepada seorang pengepul bernama Candra.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyalahgunaan BBM tersebut. (red)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan