JAKARTA, BERITAMERDEKAONLINE.COM – Deri Saputra, Direktur PT Arsa Mulia Utama menjadi korban penculikan yang dilakukan oleh tiga orang laki-laki di Jalan Kemayoran Jakarta Pusat pada Jumat 17 November 2023 lalu. Penculikan tersebut terjadi diduga terkait masalah investasi antara korban dengan pelaku penculikan.

Kuasa Hukum Korban, Wahyu Surya Gading, SH, MH menerangkan, kronologi penculikan terjadi pada Jumat 17 November 2023 sekitar pukul 01.20 WIB usai Polres Metro Jakarta Pusat memediatori permasalahan investasi antara PT Arsa Mulia Utama dengan pihak investor.

“Kesepakatan dalam mediasi tersebut tidak diindahkan, bahkan baru saja beberapa meter dari Polres Metro Jakarta Pusat, terjadi kasus penculikan tersebut,” kata Wahyu Surya Gading, Kamis (30/11/2023).

Pada saat itu, lanjutnya, Deri Saputra menaiki taksi sedan (BB) setelah selesai acara mediasi. Sementara pelaku sudah terlebih dahulu meninggalkan lokasi Polres Jakarta Pusat. Namun baru saja beranjak beberapa meter meninggalkan Mapolres Jakarta Pusat, korban dicegat oleh mobil pelaku berjumlah 3 orang yang berbalik arah di depan sedan taksi yang ditumpangi korban.

“Dengan serta merta pelaku yang jumlah 2 orang termasuk salah seorang adalah diduga oknum TNI AU Peltu LS menyeret paksa korban untuk masuk ke mobil expander pelaku. Berlalunya penculikan ini mobil expander pelaku diikuti oleh mobil lainnya (Alya) yang dikendarai pelaku lainnya,” jelas Wahyu Surya Gading

Kemudian, peristiwa penculikan tersebut dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan No LP.STTLP/B/6976/XI/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA untuk dapat ditindaklanjuti

Bersama kasus ini dikarenakan diduga ada keterlibatan oknum TNI AU berinisial LS, pihaknya meneruskan pelaporan ke DenPom TNI dan atau DenPom TNI AU agar dapat menindaklanjuti peristiwa penculikan dan dapat menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku.

“Kami minta supaya aparat penegak hukum segera usut tuntas perkara ini, apa lagi ini kejadian sudah yang kedua kalinya yang dilakukan oleh oknum yang sama,” tegas Wahyu Surya Gading, SH, MH. (***)