Kabupaten Semarang, Berita Merdeka Online – Senyum bahagia tak mampu disembunyikan dari wajah Wito Tupar (75), warga RT 05/RW 02, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Di usia senjanya, sebuah harapan untuk memiliki hunian yang lebih layak kini perlahan menjadi kenyataan.

Wito merupakan salah satu penerima manfaat program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga. Rumah tidak layak huni (RTLH) miliknya mendapat perhatian melalui program pembangunan yang melibatkan personel TNI bersama masyarakat.

Pada Sabtu (8/8/2026), proses pembangunan memasuki tahapan pemasangan atap. Sejumlah anggota Satgas TMMD terlihat bekerja di atas rangka bangunan, memasang material atap dengan penuh kehati-hatian. Sementara personel lainnya bersama warga membantu dari bawah.

Keringat dan tenaga yang tercurah dalam pekerjaan tersebut menjadi gambaran nyata semangat gotong royong. TNI dan masyarakat bahu-membahu mengubah rumah yang sebelumnya membutuhkan banyak pembenahan menjadi hunian yang diharapkan lebih aman, sehat, dan nyaman.

Bagi Wito Tupar dan keluarganya, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan sebuah rumah. Lebih dari itu, TMMD menghadirkan harapan baru untuk menjalani hari-hari ke depan dengan rasa aman dan nyaman di tempat tinggal sendiri.

Rasa syukur pun disampaikan Wito. Ia mengaku sangat terbantu dengan kepedulian dan kerja keras para anggota TNI bersama masyarakat yang turun langsung membangun rumahnya.

Program TMMD Reguler ke-129 memang tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik. Kehadiran TNI di tengah masyarakat juga menjadi sarana memperkuat hubungan dengan warga sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai kekuatan utama pembangunan desa.
Bagi masyarakat Desa Cukil, pekerjaan yang dilakukan Satgas TMMD memberikan pesan bahwa pembangunan akan terasa lebih berarti ketika dikerjakan bersama.

Melalui program tersebut, TNI terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, terutama membantu warga yang membutuhkan. Harapannya, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung dan memberikan perubahan positif bagi kehidupan keluarga penerima manfaat.
Bagi Wito Tupar, rumah yang perlahan berubah itu bukan hanya bangunan baru. Di sana ada harapan, kenyamanan, dan doa agar sisa perjalanan hidupnya bersama keluarga dapat dijalani dalam hunian yang lebih layak.
(Ikhsan)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.