SEMARANG, Berita Merdeka Online – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mendorong sekolah-sekolah swasta agar menyerahkan ijazah peserta didik yang tertahan dikarenakan tunggakan biaya pendidikan.

Hal ini disampaikannya dalam Deklarasi Penyerahan Ijazah yang Belum Diambil di SMP PGRI 01 Semarang, Kamis (17/4).

Sebanyak 37 sekolah swasta dari jenjang TK, SD, hingga SMP telah menyatakan komitmennya untuk menyerahkan ijazah siswa tanpa menuntut pelunasan tunggakan.

Agustina mengapresiasi langkah mulia ini sebagai bagian dari program 100 hari kerja Agustina-Iswar, khususnya dalam hal peningkatan akses pendidikan.

“Ini wujud nyata kepedulian sekolah terhadap siswa dari keluarga kurang mampu. Sebagian besar sekolah yang terlibat adalah milik PGRI yang memiliki basis kuat pada pengabdian guru,” ujar Agustina.

Wali kota Semarang, Agustina dan Wawali Iswar Aminuddin, saat menghadiri Deklarasi Penyerahan Ijazah yang Belum Diambil di SMP PGRI 01 Semarang, Kamis (17/4).(Foto Ist)

Data Dinas Pendidikan mencatat, masih terdapat 407 sekolah swasta di Kota Semarang yang menahan total 10.332 lembar ijazah.

Pemkot Semarang akan terus berupaya menyelesaikan permasalahan ini, termasuk melalui skema pembiayaan APBD dan CSR dari perusahaan.

“Mayoritas siswa yang belum mengambil ijazah berasal dari keluarga tidak mampu. Jangan sampai keterbatasan ekonomi menghambat masa depan mereka,” tegas Agustina.

Pemkot juga telah menyiapkan program bantuan untuk sekolah swasta agar fasilitas dan pelayanan pendidikan bisa semakin merata. Forum CSR saat ini tengah disusun untuk mendukung pendanaan penyelesaian tunggakan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, berharap lebih banyak sekolah swasta mengikuti langkah 37 sekolah yang telah berkomitmen.

“Kami ingin semua anak bisa melanjutkan pendidikan tanpa hambatan administratif seperti ijazah yang tertahan,” pungkasnya.(day)