Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa hubungan politik antara partainya dengan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto bukan sekadar kerja sama musiman. Zulhas menyebut “kemesraan” tersebut telah terjalin kokoh selama 15 tahun, sebuah durasi yang menunjukkan loyalitas dan kesamaan visi yang mendalam.

”Hubungan kami dengan Pak Prabowo dan Gerindra itu sudah 15 tahun. Kami selalu bersama dalam suka dan duka, mengawal perjuangan beliau. Ini adalah kemesraan yang didasari pada komitmen untuk bangsa,” ujar Zulhas dalam sambutannya pada pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-Provinsi Bengkulu dan Rakerwil, di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu, Jumat (1/5/2026).
Pernyataan tersebut mencuri perhatian publik, mengingat PAN adalah salah satu partai yang paling konsisten berada di barisan pendukung Prabowo Subianto dalam beberapa kali perhelatan Pilpres.
Melihat kedekatan yang konsisten tersebut, Pengamat Politik Ifan, M.Sos menilai bahwa pernyataan Zulhas bukan sekadar nostalgia politik. Menurutnya, ada pesan tersirat mengenai peta kekuatan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Ifan berpendapat bahwa jika hubungan ini terus terjaga, tidak menutup kemungkinan akan muncul pasangan Prabowo Subianto – Zulkifli Hasan sebagai duet maut di masa depan.
”Loyalitas 15 tahun itu bukan waktu yang singkat. Jika stabilitas ini bertahan di pemerintahan, mereka bisa menjadi pasangan yang sangat ‘mesra’ secara elektoral di 2029. Nama Prabowo-Zulhas sangat potensial untuk dipasangkan,” ungkap Ifan.
Berdasarkan analisis Ifan, ada beberapa faktor yang memperkuat peluang pasangan ini di masa depan:
- Chemistry yang Matang: Tidak perlu lagi ada masa adaptasi atau penjajakan visi antara kedua tokoh ini.
- Soliditas Basis Massa: Penggabungan basis nasionalis Gerindra dan basis massa Islam moderat PAN menciptakan ceruk pemilih yang luas.
- Kepercayaan (Trust): Dalam politik, kepercayaan adalah mata uang tertinggi. Loyalitas PAN selama 15 tahun menjadi bukti nyata bagi Prabowo untuk memilih mitra yang tidak akan berkhianat di tengah jalan.
Ifan menambahkan bahwa langkah Zulhas yang terus merawat narasi kedekatan ini adalah strategi investasi politik yang cerdas. Dengan memposisikan PAN sebagai “sahabat sejati” Gerindra, Zulhas memastikan partainya tetap berada di lingkaran utama kekuasaan dan memiliki posisi tawar tinggi untuk kontestasi mendatang.
”Jika kinerja pemerintahan mendatang memuaskan rakyat, maka narasi keberlanjutan melalui pasangan Prabowo-Zulhas akan sangat mudah diterima oleh publik pada 2029 nanti,” pungkas Ifan.

Tinggalkan Balasan