SEMARANG, Berita Merdeka Online – Dinas Kawasan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang mencatat sebanyak 984 warga masih mengantre untuk dapat tinggal di rumah susun sewa (rusunawa) milik Pemerintah Kota Semarang.

Kepala Disperkim, Murni Ediati, mengatakan jumlah antrean tersebut mengalami penurunan dibanding sebelumnya yang mencapai sekitar 1.500 orang.

“Data terbaru per Desember 2025 menunjukkan antrean kini tersisa 984 calon penghuni,” ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, rusunawa Sawah Besar menjadi lokasi yang paling diminati masyarakat karena tergolong baru. Meski demikian, antrean penghuni juga tersebar di sejumlah rusunawa lainnya.Rusunawa Karangroto Semarang

Pemkot Semarang saat ini memiliki total 12 rusunawa dengan tarif retribusi yang bervariasi, menyesuaikan luas kamar, tipe hunian, serta ketentuan yang diatur dalam peraturan daerah.

Dalam satu bangunan, jumlah unit berkisar antara 40 hingga 45 kamar, dengan pilihan satu maupun dua kamar.

Untuk mengurangi antrean, Disperkim telah mengajukan pembangunan rusunawa baru ke pemerintah pusat, khususnya di wilayah Jrakah dan Sawah Besar yang dinilai memiliki permintaan tinggi dari masyarakat.

“Pengajuan tersebut diharapkan dapat menambah blok hunian sehingga kapasitas rusunawa meningkat dan antrean warga untuk memperoleh tempat tinggal dapat ditekan,” pungkasnya.(day)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.