Pangkalpinang, BeritaMerdekaOnline.com — Terkait pemberitaan sebelumnya berjudul “Bentrok Ormas di Konser Slank Bangka Tengah, Pemuda Pancasila Jadi Korban, Muncul Dugaan Keterlibatan Oknum, Redaksi Berita Merdeka Online menyampaikan klarifikasi resmi berdasarkan hasil konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait.

Setelah dilakukan klarifikasi kepada kedua belah pihak, diketahui bahwa kericuhan antar organisasi kemasyarakatan (ormas) di area konser Slank yang berlangsung di GOR Sahabudin, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (24/1/2026), dipicu oleh miskomunikasi terkait pengelolaan lahan parkir.

Sebelumnya sempat beredar informasi bahwa ormas Baretta enggan berbagi area parkir dengan Pemuda Pancasila sehingga memicu ketegangan. Namun, hasil klarifikasi menyatakan bahwa persoalan tersebut murni disebabkan oleh kesalahpahaman teknis di lapangan, bukan konflik terencana.

Situasi kondusif area parkir konser Slank di GOR Sahabudin Bangka Tengah

Lebih lanjut, informasi yang beredar mengenai dugaan keterlibatan oknum Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kasat Intelkam di Pangkalpinang, dalam penguasaan lahan parkir dipastikan tidak benar atau hoaks. Kehadiran Kasat Intelkam di lokasi justru dalam rangka pengamanan serta upaya pencegahan potensi bentrokan antar kelompok.

“Kasat Intel berada di lokasi sebagai aparat pengamanan untuk meredam situasi agar tidak terjadi konflik,” ungkap salah satu sumber yang terlibat dalam proses klarifikasi.

Setelah dilakukan mediasi oleh Aparat Penegak Hukum, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan terkait pembagian lokasi parkir. Sejak saat itu, pengelolaan parkir di area konser berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya insiden lanjutan.

Redaksi menegaskan bahwa klarifikasi ini merupakan bentuk komitmen terhadap prinsip keberimbangan, akurasi, dan tanggung jawab pers sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan tidak ada lagi kesimpangsiuran informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan hiburan berskala besar di wilayah Bangka Belitung. (S4F)