SEMARANG, Berita Merdeka Online — Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Semarang menyiapkan pola pembinaan atlet secara berjenjang melalui Festival Olahraga Rekreasi Kota (FORKOT), Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) Jawa Tengah, hingga Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) 2027.

Tahapan tersebut disiapkan untuk menjaring sekaligus membina atlet olahraga rekreasi Kota Semarang agar mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

Hal itu disampaikan Ketua KORMI Kota Semarang sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Dyah Tunjung Pudyawati. Menurutnya FORKOT akan menjadi salah satu tahapan awal dalam skema pembinaan tersebut. Ajang olahraga rekreasi tingkat kota itu dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026.

“Insyaallah tanggal 4 Oktober nanti kita akan menggelar FORKOT. Momen Haornas di bulan September ini menjadi pijakan untuk menggerakkan dan mengecek kesiapan seluruh Inorga kami,” kata Tunjung seusai apel peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Halaman Balai Kota Semarang, Jumat (18/9) pagi.

Menurut Tunjung, hasil pembinaan melalui FORKOT selanjutnya diarahkan untuk menghadapi FORDA Jawa Tengah yang direncanakan berlangsung pada November 2026.

Dengan alur tersebut, KORMI Semarang ingin memastikan proses pembinaan tidak berhenti pada kompetisi tingkat kota, tetapi berlanjut hingga ajang nasional.

“Jika FORDA tingkat provinsi nantinya dipastikan berjalan pada November mendatang, alur pembinaan kita sudah siap dan berjenjang,” ujarnya.

Setelah FORDA, para atlet berpeluang dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kota Semarang pada FORNAS yang direncanakan digelar pada 2027.

Tunjung mengatakan KORMI Semarang menargetkan adanya peningkatan perolehan medali pada FORNAS 2027 dibandingkan capaian pada FORNAS 2025.

“Untuk FORNAS yang rencananya digelar pada tahun 2027, target kita jelas, yakni ada peningkatan perolehan medali dibandingkan raihan tahun 2025 lalu,” tegasnya.

Namun, terkait kepastian lokasi pelaksanaan FORNAS 2027, KORMI Kota Semarang masih menunggu arahan resmi dari pengurus pusat. Wacana awal yang menempatkan Kota Palu sebagai tuan rumah disebut masih berpotensi mengalami perubahan.

Untuk mendukung tahapan pembinaan tersebut, KORMI Kota Semarang juga telah menyalurkan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) kepada 43 Induk Organisasi Olahraga (Inorga).

Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet potensial di masing-masing Inorga.

“Kami sudah membibit calon-calon atlet potensial. Bantuan operasional juga sudah kami transferkan ke seluruh 43 Inorga agar bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk pembinaan,” kata Tunjung.(day)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.