GAYO LUES, Berita Merdeka Online — Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues, Aceh, membuka pendaftaran Festival Tari Saman tingkat pelajar yang dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 24 September 2026. Hingga 17 September 2026, tercatat sedikitnya 18 grup telah mendaftar, terdiri dari sembilan grup tingkat Sekolah Dasar (SD) dan sembilan grup tingkat SMP.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues, Samsul Bahri, mengatakan festival tersebut disiapkan sebagai ruang bagi pelajar untuk menampilkan sekaligus mengembangkan seni budaya Saman yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Gayo.
“Kami telah membuka pendaftaran Festival Tari Saman tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP, dan MTs yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat,” kata Samsul Bahri.
Menurut dia, jumlah peserta masih berpotensi bertambah hingga batas waktu pendaftaran menjelang hari pelaksanaan.

“Saat sekarang ini dari sekolah dasar (SD) sembilan grup, dari SMP sembilan grup. Mungkin sebelum hari H nanti masih ada tambahan lagi,” ujarnya.
Festival dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 22, 23, dan 24 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mempertunjukkan seni Tari Saman.
Panitia pelaksana dari Dinas Pariwisata Gayo Lues, Alimuddin, menjelaskan festival tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ajang pertunjukan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan seni Saman di kalangan generasi muda.
Ia menyebut Tari Saman sebagai salah satu kesenian yang berkembang di tengah masyarakat Gayo. Karena itu, regenerasi penari menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan festival.
“Merupakan kesenian asli Gayo, maka untuk itu kita adakan festival sehingga Tari Saman tidak punah di bumi Negeri Seribu Bukit ini,” kata Alimuddin.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana menemukan bibit-bibit penari Saman yang kemudian dapat dibina secara berkelanjutan.
“Kami adakan festival ini agar bibit unggul bisa lahir sehingga nanti menjadi penari Saman binaan pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurut Alimuddin, pembinaan sejak usia sekolah dinilai penting agar kemampuan seni dan budaya Saman dapat terus berkembang hingga generasi berikutnya.
Dalam pelaksanaan festival, panitia juga berharap Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues dapat hadir pada acara pembukaan.
Alimuddin mengatakan kehadiran pimpinan daerah diharapkan dapat memberikan motivasi kepada peserta, pembina, maupun masyarakat yang menyaksikan kegiatan tersebut.
“Kami berharap pimpinan daerah, Bupati dan Wakil Bupati, agar hadir saat pembukaan acara. Tentu ini untuk menambah semangat luar biasa bagi pembina dan peserta maupun penonton nantinya,” katanya.
Pembukaan festival direncanakan berlangsung di Gedung Balai Musara Gayo Lues.
Dukungan terhadap pelaksanaan festival juga disampaikan dari lingkungan Dinas Pendidikan. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Efendi, melalui pesan WhatsApp, menyampaikan bahwa pihaknya mengetahui dan menyetujui pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata tersebut.
“Kami dari Dinas Pendidikan telah mengetahui dan menyetujui pelaksanaan pada Dinas Pariwisata,” ujar Efendi.
Ia berharap para pelajar yang tampil dalam festival dapat berkembang menjadi generasi penerus yang memiliki kemampuan dalam seni Tari Saman.
“Harapan kami generasi yang tampil dari sekolah dapat menjadi generasi pemuda Tari Saman andalan Gayo Lues,” katanya.
Selain festival tingkat pelajar, Dinas Pariwisata Gayo Lues juga merencanakan penyelenggaraan Festival Tari Saman tingkat dewasa.
Samsul Bahri mengatakan festival tersebut nantinya akan melibatkan peserta dari kampung-kampung di seluruh kecamatan di Kabupaten Gayo Lues. Namun, pendaftaran untuk kategori dewasa belum dibuka.
“Selain festival Saman tingkat sekolah, akan menyusul festival tingkat dewasa juga dari kampung-kampung sekecamatan Gayo Lues. Karena waktu pendaftaran belum kita buka, insyaallah tahun ini kita selenggarakan juga,” jelas Samsul Bahri.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Festival Tari Saman Gayo Lues 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pelestarian budaya, pembinaan generasi muda, dan partisipasi masyarakat.
Untuk sementara, fokus kegiatan diarahkan pada festival tingkat pelajar yang akan digelar 22–24 September 2026. Jumlah peserta masih dapat berubah apabila terdapat pendaftaran tambahan sebelum pelaksanaan. (KS)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan