PADANG PANJANG, Beritamerdekaonline.com — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang bersama aparat TNI dan Polri mendadak menggelar razia serta pemeriksaan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (17/9/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB tersebut dipimpin Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang Novri Abbas, SH., MH. Razia melibatkan personel Rutan, personel Koramil 01/PP Kodim 0307/Tanah Datar, personel Polres Padang Panjang, tenaga kesehatan Rutan, serta insan Pers dari PWI Padang Panjang.

Kegiatan diawali dengan koordinasi dan apel pengecekan personel. Setelah itu, tim gabungan melakukan penggeledahan secara menyeluruh dari kamar ke kamar warga binaan.

Penggeledahan dilakukan untuk mengantisipasi keberadaan narkotika, telepon seluler, senjata tajam, korek api atau mancis, serta benda-benda lain yang dilarang berada di dalam lingkungan Rutan.

Selain penggeledahan, petugas juga melakukan tes urine secara acak terhadap 20 WBP.

“Silakan bapak-bapak dari Polres Padang Panjang dan Koramil melakukan pemeriksaan ke seluruh sel dan mengambil secara acak WBP yang akan menjalani tes urine,” kata Novri Abbas saat memimpin apel pelaksanaan tugas.

Satu per satu personel gabungan kemudian memasuki kamar hunian dan memeriksa barang-barang milik warga binaan. Sementara WBP yang terpilih secara acak diarahkan berkumpul di aula untuk menjalani pemeriksaan urine.

Libatkan TNI-Polri dan PWI, Rutan Padang Panjang Gelar Razia, 20 WBP Jalani Tes Urine

Hasil pemeriksaan terhadap 20 sampel urine tersebut menunjukkan seluruhnya negatif.

“Alhamdulillah, dari 20 sampel urine yang kita ambil, semuanya negatif,” ujar Novri Abbas.

Dalam penggeledahan, tim gabungan menemukan sejumlah barang, di antaranya paku, jarum jahit, mancis, kartu remi, kaleng bekas asbak rokok, serta satu batang tongkat kayu. Namun, petugas tidak menemukan narkotika, telepon seluler, senjata tajam dalam razia tersebut.

Novri mengatakan razia dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya peredaran narkotika maupun penggunaan barang-barang yang dilarang di lingkungan Rutan.

Menurut dia, pemeriksaan terhadap WBP juga dilakukan secara rutin untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, pungutan liar, serta penggunaan telepon seluler di dalam kamar hunian.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil razia tim tadi, semua berjalan dengan aman dan lancar. Tim gabungan dari kepolisian tadi sudah menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan razia malam ini tidak ditemukan adanya narkotika, handphone, dan senjata tajam,” katanya.

Novri berharap kegiatan pemeriksaan rutin dan inspeksi mendadak (sidak) dengan melibatkan aparat penegak hukum dapat menekan potensi pelanggaran di lingkungan Rutan Padang Panjang.

Ia menambahkan, kegiatan penggeledahan dan tes urine tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan kepada lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia.

(Charles Nasution)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.