Beritamerdekaonline.com, Bogor — Himpunan Petani dan Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) Kabupaten Bogor bersama LIRA menggelar aksi di depan Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor, Senin (21/9/2026). Aksi tersebut diwarnai kegiatan syukuran sekaligus penyampaian sejumlah tuntutan terkait persoalan pertanahan dan proses hukum yang tengah berjalan.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta melakukan penyembelihan kambing yang kemudian diolah menjadi sate bersama sejumlah peternak. Selain itu, digelar pula tradisi ruatan yang merupakan bagian dari kesenian budaya Tatar-Pasundan.
Ketua HPPMI Kabupaten Bogor, Yusuf Bachtiar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk syukuran sekaligus simbol harapan agar persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat dapat segera diselesaikan.
“Selain bentuk syukuran, ini juga wujud rasa syukur atas proses yang selama ini terjadi. Kita berharap persoalan yang ada bisa segera diselesaikan dan tidak terulang lagi,” ujar Yusuf.
Menurut Yusuf, HPPMI memberikan dukungan terhadap langkah aparat penegak hukum, khususnya KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan, dalam mengusut dugaan praktik korupsi yang berkaitan dengan persoalan pertanahan di Kabupaten Bogor.
“Kita mendukung penuh dengan adanya langkah dari KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan. Masyarakat Kabupaten Bogor mendukung penuh agar permasalahan ini diusut sampai tuntas,” katanya.
Namun, Yusuf meminta proses hukum tidak berhenti hanya pada pihak-pihak yang telah diamankan melalui operasi tangkap tangan (OTT). Ia mendorong KPK terus mengembangkan penyidikan apabila ditemukan pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.
“Jangan hanya sebatas yang kena OTT. Kami berharap prosesnya terus dikembangkan. Kalau memang ada pihak lain yang terlibat, harus diungkap secara terang,” tegasnya.
Yusuf menambahkan, HPPMI juga tetap memperjuangkan kepentingan petani dan peternak milenial, khususnya masyarakat di wilayah Kecamatan Cigombong dan Cijeruk yang menurutnya masih menghadapi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah.
“Kita masih berkomitmen memperjuangkan para petani dan peternak milenial di Kecamatan Cigombong dan Cijeruk. Persoalan yang ada harus dibuka secara terang-benderang,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, massa juga mendesak KPK untuk terus mengembangkan perkara dugaan suap yang tengah ditangani lembaga antirasuah. Mereka meminta setiap informasi dan dugaan keterlibatan pihak lain ditelusuri melalui proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Massa aksi juga menyampaikan desakan agar KPK mendalami informasi yang mereka soroti terkait Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
Desakan tersebut merupakan aspirasi yang disampaikan peserta aksi. Adapun status hukum seseorang dalam perkara tersebut, menurut mereka, harus ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang dimiliki KPK.
Ketua LIRA Kota Bogor, Iqbal Al-Afghani, turut hadir dalam aksi tersebut. Ia menyampaikan dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi dan meminta proses hukum berjalan secara transparan serta tidak berhenti pada penanganan pihak-pihak tertentu saja.
Bagi HPPMI dan LIRA, kegiatan syukuran tersebut sekaligus menjadi pesan budaya dan sosial bahwa masyarakat ingin persoalan pertanahan di Kabupaten Bogor memperoleh penyelesaian yang jelas.
Yusuf mengatakan pihaknya akan terus mengawal perkembangan perkara tersebut dan berharap proses hukum dapat memberikan kepastian serta membuka persoalan secara menyeluruh.
“Kalau hari ini kita syukuran potong kambing, kalau nanti ada perkembangan besar dalam perkara ini, kita siap melakukan syukuran lagi,” ucapnya.
Aksi tersebut berlangsung sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap proses penegakan hukum sekaligus dorongan agar persoalan pertanahan yang masih menjadi perhatian petani dan peternak di Kabupaten Bogor dapat segera memperoleh penyelesaian. (@ms)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan