MANADO — Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO), Dwi Christianto, S.H., M.Si., resmi mengukuhkan Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online Sulawesi Utara (PW IWO Sulut) bersama lima Pengurus Daerah (PD) IWO kabupaten/kota, Rabu (30/9/2026).
Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara, Jalan 17 Agustus, Manado. Lima kepengurusan daerah yang turut dilantik yakni PD IWO Kota Manado, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, dan Minahasa Tenggara.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi IWO di Sulawesi Utara.
Berdasarkan laporan media setempat, sekitar 38 wartawan online mengikuti prosesi pelantikan secara langsung, bersama sejumlah unsur Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, dan Dewan Etik. Sindomanado
Jeane Rondonuwu Pimpin IWO Sulut

Dalam kepengurusan yang dikukuhkan, Jeane Rondonuwu, S. Sos., M.Th., dipercaya memimpin PW IWO Sulut.
Jeane menyampaikan bahwa pelantikan tersebut tidak hanya dipandang sebagai agenda organisasi. Menurutnya, momentum tersebut menjadi awal bagi jajaran IWO Sulut untuk memperkuat kontribusi melalui karya jurnalistik yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
“Pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi titik awal bagi IWO Sulut untuk memberikan dampak melalui kerja jurnalistik yang menghasilkan informasi publik yang bermanfaat,” ujar Jeane. Sindomanado
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan, pengucapan Ikrar Wartawan Online serta penyerahan pataka organisasi.
Sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga di Sulawesi Utara turut hadir, termasuk Kepala BPS Sulut, perwakilan Bank Indonesia Sulut, Kepala Dinas Kominfo Sulut, Kapendam XIII/Merdeka serta sejumlah undangan lainnya.
Ketua Umum PP IWO Dwi Christianto dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya media online menjalankan fungsi jurnalistik secara bertanggung jawab.
Menurut Dwi, perkembangan teknologi membuat informasi bergerak semakin cepat. Kondisi tersebut menuntut wartawan tidak hanya mampu bekerja cepat, tetapi juga memastikan informasi yang dipublikasikan telah melalui proses pemeriksaan dan verifikasi.
Terlebih untuk informasi ekonomi, ketepatan data menjadi bagian penting agar masyarakat tidak menerima informasi yang keliru atau menyesatkan.
“Sekecil apa pun peran media, IWO di Sulut menginformasikan hal yang benar, cepat dan berita berdampak untuk masyarakat,” kata Dwi.
Dwi juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus wilayah dan daerah IWO yang telah mengambil bagian dalam penguatan organisasi.
Ia berharap keberadaan IWO di Sulawesi Utara dapat memberikan kontribusi positif melalui pemberitaan yang mengutamakan kepentingan publik.
Selain pengukuhan pengurus, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan diskusi panel yang membahas hubungan antara volatilitas pasar, data dan media pasca Sensus Ekonomi 2026.
Agenda tersebut sebelumnya memang dirancang sebagai bagian dari rangkaian pelantikan PW IWO Sulut. Sejumlah narasumber dari BPS, Bank Indonesia, IWO dan kalangan akademisi dijadwalkan membahas kondisi ekonomi daerah serta peran media dalam mengolah informasi berbasis data. Jago Satu
Pembahasan tersebut menjadi relevan di tengah meningkatnya arus informasi ekonomi melalui media digital. Wartawan dituntut mampu membaca data, melakukan verifikasi, serta menyajikannya dalam bentuk pemberitaan yang mudah dipahami masyarakat.
Pesan mengenai pentingnya akurasi juga disampaikan dalam sambutan Gubernur Sulawesi Utara yang dibacakan Kepala Dinas Kominfo Sulut.
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hoaks dan teknologi deepfake disebut menjadi tantangan baru bagi dunia jurnalistik.
Dalam situasi tersebut, kecepatan produksi informasi perlu tetap diimbangi dengan prinsip dasar jurnalistik, antara lain akurasi, verifikasi dan profesionalisme.
Perubahan teknologi juga membuat tantangan media tidak lagi sebatas memperoleh informasi. Wartawan perlu memastikan sumber, konteks, data dan fakta yang digunakan dalam berita dapat dipertanggungjawabkan.
Rangkaian kegiatan kemudian menghasilkan Piagam Manado 2026, yang ditandatangani sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga akurasi informasi ekonomi di Sulawesi Utara.
Penandatanganan melibatkan unsur IWO, BPS, Bank Indonesia, Balai Bahasa, narasumber serta peserta diskusi.
Melalui momentum tersebut, IWO Sulut diharapkan tidak hanya memperkuat struktur organisasinya, tetapi juga meningkatkan kualitas kerja jurnalistik di tengah perubahan ekosistem informasi digital.
Bagi masyarakat, keberadaan media yang mengedepankan data, verifikasi dan kepentingan publik menjadi penting untuk membantu memilah informasi di tengah derasnya arus berita di ruang digital.***
Editor: Redaksi Berita Merdeka Online
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan