PURWOREJO – Kelancaran pembangunan jalan rabat beton dalam program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, sangat bergantung pada ketersediaan air.

Karena itu, Satgas TMMD memastikan bak penampungan air selalu terisi agar proses pengecoran tidak mengalami hambatan, Minggu (26/7/2026).

Air memiliki peran penting dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari proses pencampuran semen, pasir, dan batu hingga perawatan beton setelah pengecoran selesai.

Pasokan air yang memadai menjadi salah satu faktor utama untuk menjaga kualitas konstruksi jalan agar tetap kuat dan tahan lama.

Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, anggota Satgas TMMD secara rutin memantau kondisi bak penampungan dan memastikan suplai air tetap tersedia sepanjang proses pembangunan berlangsung.

Babinsa Desa Watuduwur, Sertu Supriyanto, mengatakan bahwa kebutuhan air dalam pekerjaan pengecoran tidak bisa dianggap sepele.

Menurutnya, tanpa pasokan air yang cukup, proses pembangunan dapat terhambat dan berpengaruh terhadap kualitas hasil pekerjaan.

“Ketersediaan air harus selalu terjaga karena menjadi salah satu kebutuhan utama dalam proses pengecoran jalan. Dengan pasokan yang mencukupi, pekerjaan dapat berlangsung lancar dan mutu hasil pengecoran tetap terjamin,” ujar Sertu Supriyanto.

Ia menambahkan, Satgas TMMD bersama masyarakat terus bergotong royong menjaga ketersediaan air di lokasi pembangunan.

Sinergi tersebut dilakukan agar seluruh sasaran fisik TMMD, khususnya pembangunan jalan rabat beton, dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan.

Melalui perhatian terhadap kebutuhan teknis seperti pasokan air, pelaksanaan TMMD di Desa Watuduwur diharapkan mampu menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.