Jalan Propinsi yg mementang Payakumbuh – Lintau tanah datar lebih kurang 12 Km, baru dapat dikerjakan 1,3 Km oleh PT. ARPEX
Limapuluh Kota, Berita Merdeka Online — Kebijakan Pemprov Sumbar untuk memperbaiki jalur jalan Propinsi yang membentang antara Payakumbuh – Lintau Tanah Datar lebih kurang sepanjang 12,5 kilometer yang mengalami kerusakan berat dan bertahun-tahun itu, kini baru mulai merehabilitasinya.
Sesuai kontrak kerja dengan PT.Arpex Primadhamor yang mengerjakan hanya baru sepanjang 1,2 kilometer sesuai anggaran yang ada dan dikerjakan dalam waktu 180 hari kelender, dana Rp12,3 milyar.
Kebijakan Pemprov Sumbar yang mengelontorkan anggaran untuk ini, baru sebatas pengobat tangis warga yang selalu merasakan kesulitan ketika meliwati jalan ini dan memakan debu ketika musim panas dan lumpur di musim hujan.
Masyarakat di dua Kecamatan Luak dan Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota yang terimbas dengan kondisi jalan rusak ini, tentu bersyukur dan berterimakasih kepada Pemprov Sumbar atas perhatiannya kepada kondisi jalan ini.
Namun tetap berharap agar semua jalan yang rusak parah akibat dampak dari adanya tambang galian C di kawasan Sago Halaban yang diangkut dengan kendaraan bertonase tinggi, itu bukannya kesalahan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota,akan tetapi diakibatkan pemberian izin tambang yang dikeluarkan oleh Pemprov kepada pengusaha-pengusaha tanpa adanya pengawasan yang intensif.
Baru-baru ini Bupati Limapuluh Kota H.Safni Sikumbang dalam rapat kerja dengan Pemprov di Padang telah mengusulkan kepada Gubenur Sumbar untuk diberi wewenang untuk menertibkan tambang dan kendaraan- kendaraan yang mengangkut hasil galian C ini. Namun belum membuahkan hasil, apakah harapan Bupati ini akan mengurangi PAD yang dihasilkan dari sini di wallohua’lambinsawab.
Pemantauan media ini di lapangan, selama bertahun-tahun daerah Sago Halaban ini menghasilkan galian C yang tidak tanggung-tanggung banyaknya.
Batu-batu bukit hasil garapan ini bukan hanya dipasarkan di daerah Limapuluh Kota dan kota Payakumbuh khususnya, akan tetapi sebagian besar dipasarkan ke luar negeri negara tetangga Singapura dan Malaysia liwat jalan Propinsi dan Negara menuju Riau.
Ketika wartawan media ini Nahar Sago yang sengaja memantau kendaraan-kendaraan besar yang mengangkut batu ini saban hari dan saban malam, sangat memiriskan sekali.
Begitu banyaknya kendaraan truk yang bertonase tinggi itu ber iring- iring di jalan menuju Riau.
Kendaraan Truk-truk ini bukan hanya mengangkut batu-batu dari Sago Halaban, akan tetapi juga hasil galian C di daerah Pangkalan Limapuluh Kota.
Di kawasan kecamatan Pangkalan inipun tidak tanggung tanggung banyak hasil galian C yang dikeluarkan. Inipun karena sudah adanya izin tambang yang dikeluarkan Pemprov Sumbar.
Setiap jalan yang Diliwati Truk-truk pengangkut galian C ini moyoritas mengalami kerusakan berat dan miring kekiri.
Pantauan di lapangan, Sabtu (19/4), sejumlah alat berat telah beroperasi membersihkan saluran, menimbun badan jalan, serta memasang dam sebagai bagian dari tahap awal pekerjaan.
Pelaksana lapangan dari PT Arpex Primadhamor, Ikhsan menyampaikan, pekerjaan betonisasi sudah dimulai sejak 10 Maret 2025 dan ditargetkan rampung pada 5 September 2025.

“Untuk pekerjaan utama berupa pengecoran jalan akan dilakukan sebelum kontrak berakhir. Nantinya akan diberlakukan sistem buka-tutup jalan untuk memperlancar proses pengerjaan,” ujar Ikhsan.
Jalan gPengendara Merasa Nyaman
Jalan Rusak tak Kunjung Diperbaiki
Masyarakat Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, menyambut baik dimulainya perbaikan jalan yang telah lama mereka keluhkan. Namun, mereka juga menilai langkah ini belum menjawab seluruh kebutuhan.
“Kerusakan jalan ini membentang lebih dari 12 kilometer. Perbaikan sepanjang 1,3 kilometer saja jelas belum cukup,” ujar salah seorang warga setempat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemprov Sumbar. Tapi kami juga berharap perbaikan ini dilanjutkan ke seluruh ruas yang rusak, karena penderitaan warga sudah berlangsung lama,” tambahnya. (NS)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan