Arosuka,Beritamerdeka Online — Untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi lebih tepat sasaran serta mendukung produktivitas pertanian melalui irigasi perpompaan, Pemerintah Kabupaten Solok menggelar Rapat Koordinasi Pupuk Bersubsidi dan Sosialisasi Kegiatan Irigasi Perpompaan, Jumat, 1 Juli 2025, di Gedung Solok Nan Indah Arosuka.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Solok Jon Firman Pandu dan dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah.
Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Direktur Pupuk dan Pestisida, Dirjen Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian RI, Dr. Drs. Jexvy Hendra, M.Si; Wakil Bupati Solok H. Candra; Mantan Anggota Komisi IV DPR RI Drs. Hasanudin; Kepala BRMP Provinsi Sumatera Barat Dr. Salwati; serta para asisten, kepala OPD, camat, dan wali nagari se-Kabupaten Solok.

Menurut Bupati Jon Firman Pandu, kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan distributor dalam menjamin program pertanian berjalan secara efektif. “Dalam mendukung Asta Cita Presiden RI, khususnya di bidang ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen penuh membantu petani dengan program nyata. Pupuk bersubsidi harus sampai kepada yang benar-benar berhak,” kata Bupati dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya program irigasi perpompaan sebagai salah satu solusi strategis dalam menghadapi keterbatasan sumber air, khususnya di wilayah yang tidak memiliki jaringan irigasi teknis. “Program ini akan sangat menentukan peningkatan produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan musim kering yang tak menentu,” ujarnya.

Rapat koordinasi ini diisi dengan paparan dari Dr. Jexvy Hendra mengenai kebijakan dan mekanisme distribusi pupuk bersubsidi secara nasional. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif serta sesi tanya jawab yang melibatkan penyuluh pertanian, distributor, dan perwakilan kelompok tani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Solok.

Direktur Pupuk dan Pestisida, Dr. Jexvy Hendra, dalam pemaparannya menggarisbawahi perlunya penguatan basis data dan pengawasan lapangan yang ketat. “Akurasi data petani penerima subsidi menjadi kunci utama. Tidak boleh lagi ada penyaluran yang meleset,” tegasnya.

Dengan koordinasi lintas sektor seperti ini, diharapkan Kabupaten Solok dapat lebih siap menjawab tantangan ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui kebijakan yang berpihak dan responsif terhadap kebutuhan riil di lapangan. (Ikhsan)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.