Kabupaten Asahan, Berita Merdeka Online — Aksi cepat dan tegas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Asahan kembali membuahkan hasil gemilang. Dalam sebuah operasi yang berlangsung pekan ini, tim berhasil menggagalkan peredaran 76 kilogram sabu yang hendak diselundupkan di wilayah hukum Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Mulyoto, S.H., M.H., dan menjadi bukti nyata keseriusan aparat dalam memerangi jaringan narkotika lintas daerah. Keberhasilan itu pun langsung menuai pujian luas dari masyarakat, terutama dari kalangan akademisi dan mahasiswa yang menilai langkah kepolisian sangat strategis dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba.
Salah satu mahasiswa Universitas Asahan, Azhari Munthe, menyampaikan apresiasi mendalam atas keberhasilan aparat kepolisian tersebut.
“Kami, dari kalangan mahasiswa, sangat berterima kasih dan mengapresiasi kinerja Polres Asahan. Mereka telah bekerja keras dan profesional dalam mengungkap kasus besar ini. Ini bukan hanya prestasi, tapi juga bentuk perlindungan nyata terhadap masyarakat,” ujar Azhari, Selasa (11/11/2025).

Ia juga berharap agar langkah tegas seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain upaya penindakan, menurutnya, edukasi kepada masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa, juga perlu diperkuat.
“Penegakan hukum penting, tapi edukasi bahaya narkoba juga harus digalakkan agar kesadaran masyarakat makin tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengungkapan kasus sabu tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh jajaran Polres Asahan. Ia menyatakan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi jaringan narkoba untuk berkembang di wilayahnya.
“Kami berkomitmen menjadikan Asahan sebagai wilayah bebas narkoba. Tidak ada kompromi bagi pelaku kejahatan narkotika. Kami akan tindak tegas hingga ke akar-akarnya,” tegas AKBP Revi.
Di tempat terpisah, Kasat Narkoba AKP Mulyoto menjelaskan bahwa pengungkapan jaringan besar tersebut berawal dari laporan masyarakat yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan di salah satu lokasi.
“Keberhasilan ini tak lepas dari peran masyarakat. Setiap informasi kami tindaklanjuti dengan profesional. Ini adalah bukti nyata sinergi antara polisi dan warga dalam menjaga lingkungan dari ancaman narkoba,” katanya.
Dengan digagalkannya penyelundupan 76 kilogram sabu ini, Polres Asahan berhasil menyelamatkan ribuan jiwa dari jeratan narkoba. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kepolisian di daerah lain untuk semakin gencar melakukan pemberantasan narkoba.
“Kami dari kalangan mahasiswa siap mendukung langkah tegas kepolisian. Ini adalah bentuk komitmen bersama menjaga masa depan bangsa,” tutup Azhari. (DODI ANTONI)




Tinggalkan Balasan