Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Bengkulu menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Peran Strategis Perempuan Pengusaha Provinsi Bengkulu dalam Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas.” Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menyusun program kerja sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan ekonomi yang tengah dihadapi pelaku usaha.

Ketua DPD IWAPI Provinsi Bengkulu, Trisna Anggraini, S.IP., M.M., mengatakan Rakerda merupakan wadah bagi seluruh pengurus dan anggota untuk menyatukan visi dalam membangun organisasi yang semakin kuat serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Trisna menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan Rakerda dapat berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa IWAPI merupakan organisasi perempuan pengusaha yang telah berdiri sejak tahun 1972 dan memiliki sejarah panjang dalam mendorong pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi.
”IWAPI hadir sebagai organisasi yang memperjuangkan kepentingan perempuan pengusaha melalui pembinaan, pemberdayaan, serta penguatan jaringan usaha. Organisasi ini bukan sekadar wadah berkumpul, tetapi menjadi rumah kedua bagi seluruh anggotanya untuk saling berbagi pengalaman, memperluas relasi, dan meningkatkan kapasitas usaha,” ujar Trisna, di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (7/07/2026).
Menurutnya, kekuatan utama IWAPI terletak pada solidaritas antaranggota. Ia mencontohkan, berbagai kebutuhan usaha yang disampaikan melalui grup komunikasi organisasi sering kali langsung mendapatkan respons dari anggota lain yang memiliki produk atau layanan yang dibutuhkan. Hal tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi menjadi modal utama dalam mengembangkan usaha bersama.
Trisna juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital. Menurutnya, transformasi digital telah menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha, mulai dari pemasaran secara daring hingga pengurusan berbagai perizinan usaha yang kini dilakukan melalui sistem elektronik.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam meningkatkan kemampuan digital sebagian pelaku usaha perempuan. Oleh karena itu, IWAPI terus mendorong pelaksanaan berbagai pelatihan agar anggotanya mampu mengikuti perkembangan teknologi dan meningkatkan daya saing usaha.
Selain itu, ia mengajak seluruh anggota untuk menjadikan organisasi sebagai tempat bertumbuh dan melahirkan lebih banyak perempuan wirausaha yang inovatif, mandiri, serta mampu menciptakan lapangan kerja baru di Provinsi Bengkulu.
”Rakerda ini menjadi momentum penting untuk menyusun program kerja dan strategi menghadapi tantangan ekonomi. Kita harus terus berkolaborasi dalam memberdayakan perempuan, memperkuat ekonomi keluarga, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Usai pembukaan Rakerda, Trisna menjelaskan bahwa kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih menjadi tantangan bersama. Karena itu, seluruh anggota IWAPI diharapkan memiliki visi yang sama untuk saling membantu, memperkuat usaha, dan mencari peluang-peluang ekonomi baru.
Ia menilai perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton dalam menghadapi dinamika ekonomi. Sebaliknya, perempuan harus mampu menghadirkan berbagai inovasi, termasuk memanfaatkan potensi yang selama ini kurang diperhatikan menjadi produk bernilai ekonomi, seperti pengolahan limbah maupun pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal.
Menurut Trisna, anggota IWAPI Bengkulu berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, pendidikan, kuliner, kerajinan tangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga memiliki potensi besar untuk saling melengkapi dan memperkuat ekosistem bisnis.
Sementara itu, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Bengkulu, Arnop Wardin, M.S., mengatakan tema Rakerda sangat relevan dengan kondisi perekonomian saat ini. Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan dunia usaha.
Menurut Arnop, Rakerda harus menghasilkan program-program yang mampu memperkuat daya saing anggota IWAPI, baik dari sisi peningkatan kualitas produk maupun perluasan akses pasar. Hasil-hasil pemikiran tersebut nantinya diharapkan dapat disinergikan dengan kebijakan pemerintah daerah.
”Melalui Rakerda ini diharapkan lahir inovasi-inovasi baru yang mampu menjawab tantangan ekonomi saat ini sekaligus memperkuat posisi perempuan sebagai pelaku usaha yang tangguh,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, M. Ikhwan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus membuka ruang kolaborasi dengan IWAPI dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Salah satu peluang yang disampaikan ialah pengembangan Kawasan Industri Pulau Baai yang direncanakan mulai berjalan pada 2027. Dalam kawasan tersebut, pemerintah menyiapkan alokasi bagi pelaku UMKM agar dapat berpartisipasi dalam mendukung aktivitas industri.
Menurutnya, kehadiran kawasan industri akan membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, mulai dari penyediaan makanan, pakaian, jasa, hingga berbagai kebutuhan industri lainnya.
”Kita berharap IWAPI Bengkulu dapat mengambil bagian dalam pengembangan kawasan tersebut sehingga mampu memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui Rakerda Tahun 2026 ini, IWAPI Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pemberdayaan perempuan, memperkuat UMKM, serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan