Sergai, Beritamerdekaonline.com – Suasana reses anggota DPRD Serdang Bedagai (Sergai) di Aula Desa Dolok Merawan, Rabu pagi (15/10/2025), berubah menjadi ajang curhat masyarakat. Warga Dusun V Desa Limbong, Kecamatan Dolok Merawan, dengan lantang menyuarakan keluhan mereka soal Jalan Naga Raja 1 menuju Desa Panglong yang tak pernah tersentuh pembangunan sejak lama.

Keluhan warga itu mencuat saat enam anggota DPRD bersama Ketua DPRD Sergai Togar Situmorang hadir dalam kegiatan Reses Gabungan Masa Sidang III Tahun 2025 untuk menampung aspirasi masyarakat dari Dapil V.

Salah satu warga, Legino, menyampaikan uneg-unegnya dengan nada kecewa.

“Jangan selalu beralasan itu jalan kebun, belum ditingkatkan jadi jalan kabupaten. Kalau cuma alasan begitu, kenapa jalan di daerah perkebunan lain bisa diaspal? Anak-anak kami susah berangkat sekolah, kalau ada yang sakit pun sulit dibawa ke rumah sakit. Tolong perjuangkan nasib kami, Pak,” ujarnya di hadapan para wakil rakyat.

Keterangan foto : Anggota DPRD Serdang Bedagai saat melakukan reses (M Yamin Nasution – berita merdeka online)

Legino juga menyinggung soal kenaikan pajak yang dinilai tidak transparan kepada masyarakat.

“Sekarang pajak naik, tapi kami tidak tahu untuk apa. Biasanya bayar Rp50 ribu, sekarang jadi Rp100 ribu lebih. Kami merasa diabaikan. Setiap lima tahun, janji datang lagi waktu kampanye, tapi jalan kami tetap rusak,” tambahnya dengan nada tegas.

Selain menyampaikan keluhan, warga turut menyerahkan dokumen foto jalan rusak dan surat permohonan pembangunan jalan kepada Ketua DPRD Sergai. Mereka juga meminta dukungan agar masyarakat dibebaskan sementara dari kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak kendaraan bermotor, hingga ada perhatian nyata dari pemerintah.

Menanggapi aspirasi tersebut, Aulis Sofian, anggota DPRD Fraksi PKB yang juga putra daerah Desa Panglong, berjanji akan memperjuangkan keinginan masyarakat.

“Kami akan terus memperjuangkan pembangunan jalan itu agar segera diaspal. Aspirasi masyarakat ini akan kami bawa ke forum pembahasan anggaran,” kata Aulis Sofian.

Kegiatan reses itu pun menjadi bukti bahwa masyarakat Dolok Merawan sudah jenuh dengan janji politik. Mereka kini berharap, seruan dan aspirasi yang disampaikan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar menjadi program nyata pembangunan infrastruktur desa. (M Yamin Nasution – berita merdeka online)

#Berita Merdeka Online Serdang Bedagai
#Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai