Limapuluh Kota, (Sumbar) Berutamerdekaonline.com — Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota tidak hanya merendam ratusan rumah warga yang ada di daerah itu. Namun hujan deras yang terjadi sejak Senin hingga Selasa (25-26/12/2023), jalan nasional Sumbar-Riau, tepatnya di Nagari Ulu Aia, Kecamatan Harau hingga Kecamatan Pangkalan Kotobaru lumpuh total akibat tertimbun material longsor.
Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo didampingi Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Ricardo Condrat Yusuf, Dandim 0306-50 Kota Letkol Inf. Adri Asmara Yudha dan Kejari Payakumbuh, Slamet Hariyanto yang sejak Selasa pagi (26/12/2023) berada di lokasi, kepada wartawan menyebutkan belum bisa memastikan sampai kapan jalan nasional Sumbar-Riau dapat dilewati kendaraan, karena banyaknya titik longsor yang menimbun badan jalan yang menghubungkan Sumbar- Riau tersebut.
“ Kita belum dapat memastikan kapan jalan nasional Sumbar-Riau dapat dilewati, karena puluhan titik longsor masih menimbun badan jalan dan sedang dilakukan pembersihan oleh Dinas PUPR Kabupaten Limapuluh Kota dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar dibantu BPBD, Basatnas,Damkar, personil Kodim 0306-50 Kota, jajaran Polres 50 Kota, Balai Pelaksana Jalan Nasioal dibantu Brimob Polda Sumbar, ” ungkap Bupati Safaruddin senada dengan Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Ricardo Condrat Yusuf, Dandim 0306-50 Kota Letkol Inf. Adri Asmara Yudha.
Bupati Safaruddin mengakui, bencana tanah longsor yang menimbun puluhan titik badan jalan nasional Sumbar-Riau mulai dari Nagari Ulu Aia, Kecamatan Harau hingga Kecamatan Pangkalan Kotobaru adalah bencana longsor terparah yang pernah terjadi selama ini.
“ Begitu banyaknya titik longsor yang menimbun badan jalan nasional Sumbar-Riau tersebut, Pemkab Limapuluh Kota kewalahan menanggani kerusakan akibat dampak bencana. Melalui Pemerintah Sumatera Barat, diharapkan Pemerintah Pusat memberikan perhatian untuk menanggulangi bencana longsor yang tiap tahun terus terjadi menimbun jalan nasional Sumbar-Riau ini,” harap Bupati Safaruddin.
Diakui Bupati Safaruddin, bencana alam longsor yang terjadi kali ini tidak hanya menimbun puluhan titik badan jalan, namun badan jalan sepanjang 50 meter yang berada di ruas Nagari Ulu Aia, Kecamatan Harau terban membelah aspal jalan hingga kedalaman 1 meter.
Bahkan sekitar 500 meter dari jalan amblas tersebut material longsor sempat menimbun mobil mini bus Kijang Avanza yang sedang parkir di sebuah warung.
Namun beruntung, dua penumpang mini bus Kijang Avanza yang hendak pulang dari Pekanbaru, Riau ke kampungnya di Kota Padang Panjang, selamat dari amukan material longsor.

Senada dengan Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, Dandim 0306-50 Kota Letkol Inf. Adri Asmara Yudha, Bupati Safaruddin juga menyebutkan bahwa derasnya arus longsor yang terjadi di Jorong Polong Duo, Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Kotobaru seorang warga asal Tanah Datar bernama Danu (40 tahun) meninggal dunia di lokasi kejadian akibat tertimbun material longsor.
Untuk mengevakuasi jenazah korban untuk dibawa ke rumah duka di Kabupaten Tanah Datar petugas kewalahan karena sulitnya badan jalan untuk dilalui karena banyak titik longsor yang menimbun badan jalan.
Jalan satu-satunya untuk mengevakuasi jasad korban dengan cara ditandu sampai di Panorama Selat Malaka untuk selanjutnya diangkut dengan ambulance ke rumah duka di Kabupaten Tanah Datar.
Pada kesempatan tersebut Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf menginformasikan kepada pengguna jalan nasional Sumbar-Riau yang ingin bepergian ke wilayah Riau atau sebaliknya dari Riau ke wilayah Sumatera Barat untuk melewati jalan Kiliran Jao, karena sampai saat ini petugas BPBD, Basarnas, Damkar, Kodim 0306-50 Kota, Polres 50 Kota, Dinas PUPR Limapuluh Kota dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar, dibantu anggota Brimob Polda Sumbar masih melakukan pembersihan material longsor mempergunakan sejumlah alat berat. Sementara itu PPK 1-2 Balai Pelaksana Jalan Nasional Sumbar, Rio Andika, yang diwawancarai di lokasi bencana menyebutkan pihaknya belum dapat memastikan kapan jalan nasional Sumbar-Riau tersebut dapat dilewati. Sampai saat ini petugas masih melakukan evakuasi material longsor yang menimbun puluhkan titik jalan. Terkait badan jalan yang amblas sepanjang sekitar 50 meter dengan kedalaman hingga 1 meter, masih dilakukan kajian teknisnya. Yang pasti, jika material longsor telah berhasil dibersihkan, sistim buka tutup akan dilakukan di lokasi jalan yang terban tersebut,” pungkas Rio Andika. (FD/NS)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan