Stadion Tuanku Tabiang Kabupaten Solok
Oleh : Nazwirman Koto

Solok, Media Merdeka Online – Stadion Tuanku Tabiang, atau yang akrab disebut GOR Batu Batupang, kembali menggeliat. Dari yang sempat menjadi simbol keterlambatan perawatan infrastruktur olahraga, kini stadion itu menjelma menjadi pusat kebangkitan semangat olahraga dan solidaritas masyarakat Solok Raya. Turnamen Solok Raya Cup 2025 menjadi momentum penting yang menandai kebangkitan itu , bukan hanya sebagai ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga sebagai simbol bersatunya energi masyarakat dalam memajukan dunia olahraga daerah.

Pemandangan ribuan penonton yang memenuhi tribun Stadion Tuanku Tabiang menjadi bukti nyata bahwa gairah olahraga di Solok belum padam. Di tengah hiruk-pikuk pertandingan, tampak semangat kolektif yang menyala, mulai dari pemerintah daerah, komunitas olahraga, hingga masyarakat biasa. Mereka datang bukan sekadar untuk menonton, tetapi untuk merayakan kembalinya kehidupan di stadion yang pernah sepi dan terlupakan.

Turnamen Solok Raya Cup 2025 tak ubahnya sebuah “napas baru” bagi olahraga daerah. Ia tidak hanya menghidupkan kembali lapangan hijau, tetapi juga menggerakkan denyut ekonomi lokal. Pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga sektor transportasi dan akomodasi turut merasakan dampak positif dari perhelatan ini. Stadion Tuanku Tabiang pun kini bukan sekadar lapangan bola, ia menjadi magnet ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitarnya.

Stadion Tuanku Tabiang Kabupaten Solok

Namun, euforia ini juga membawa pesan penting bagi pemerintah daerah: momen kebangkitan harus diikuti dengan komitmen berkelanjutan. Perawatan stadion, peningkatan fasilitas, serta pembinaan atlet muda tidak boleh berhenti pada perhelatan turnamen semata. Jangan sampai semangat yang kini menyala padam lagi karena kurangnya perhatian dan keberlanjutan kebijakan.

Revitalisasi Stadion Tuanku Tabiang adalah bukti bahwa investasi pemerintah di bidang olahraga bukanlah pemborosan. Ia adalah investasi jangka panjang dalam membangun karakter, kesehatan, dan kebanggaan daerah. Dari stadion inilah lahir harapan akan generasi muda yang tangguh dan produktif, sekaligus citra baru Kabupaten Solok sebagai daerah yang peduli pada pembangunan manusia seutuhnya.

Kini, Stadion Tuanku Tabiang berdiri bukan hanya sebagai bangunan beton di Batu Batupang, tetapi sebagai monumen kebangkitan olahraga dan kebersamaan Solok Raya. Pemerintah, masyarakat, dan dunia olahraga harus menjaga momentum ini agar sorak-sorai di tribun tidak hanya menjadi gema sementara, tetapi menjadi tanda lahirnya era baru olahraga Solok yang berdaya, mandiri, dan membanggakan. (Nz. Koto)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.